logo rilis
Kawasan Modasi di Minahasa Sulut Siap Swasembada Bawang Putih
Kontributor

08 Juli 2018, 21:58 WIB
Kawasan Modasi di Minahasa Sulut Siap Swasembada Bawang Putih
Kawasan Modasi di Mihanasa Selatan, Sulut. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Minahasa Selatan— Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kawasan yang tergabung dalam Kawasan Modasi (Modayak, Modoinding, dan Passi). Tepatnya di lereng Gunung Soputan.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, Novly Wowiling, kawasan MODASI sangat prospektif untuk pengembangan hortikultura khususnya sayuran dengan potensi pengembangan mencapai 12.000 haktare.

"Dengan potensi yang dimiliki ini, Sulawesi Utara siap mengamankan pengembangan kawasan hortikultura, khususnya dalam mensukseskan Program Swasembada Bawang Putih Tahun 2021," kata dia dalam siaran persnya, Minggu (8/7/2018).

Kepala Dinas Pertanian Minahasa Selatan, Frans Tilaar, menambahkan, Kecamatan Modoinding merupakan penghasil utama kebutuhan sayuran di Kabupaten Minahasa Selatan.

"Kawasan potensial di sini bisa mencapai 6.000 hektare. Hampir 70 persen kebutuhan sayuran di Sulawesi Utara disuplai dari Modoinding," kata dia.

Makanya, tak heran jika sejauh mata memandang, tersaji hamparan hijau lahan pertanian di areal perbukitan yang ditanami berbagai macam sayuran seperti kentang, tomat, wortel, jagung, bawang daun, buncis, kubis, cabai, bawang merah dan sebagainya.

"Layak jika kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan pengembangan hortikultura", ungkapnya. 

Selain potensi sayuran tersebut, Kabupaten Minahasa Selatan yang berada di tepian Laut Sulawesi ini juga menyimpan potensi untuk pengembangan bawang putih, khususnya di Kecamatan Modoinding.

Lokasinya yang berada di ketinggian 1.100 - 1.4000 meter di atas permukaan laut ini sangat cocok untuk pertanaman bawang putih, sehingga Kabupaten Minahasa Selatan didesain untuk menjadi lumbung bawang putih nasional.

"Kami sangat mendukung program swasembada bawang putih tahun 2021 yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman," ujar Frans.

"Apalagi, didukung kondisi geografis Minahasa Selatan yang sangat prospektif untuk pengembangan bawang putih. Harapannya, kawasan MODASI di Indonesia bagian tengah ini mampu menjadi penyangga bawang putih nasional," tambah dia.

Renly Liow, penyuluh pertanian Kecamatan Mondoinding, mengatakan petani hortikultura di wilayahnya sangat konsisten menjaga pola tanam sayuran meliputi kubis, bawang daun, kacang merah dan jagung manis.

"Ketersediaan air cukup karena wilayah kami di kelilingi oleh Danau Moat yang sumber airnya melimpah, sehingga pertananam sayuran tersedia setiap saat," ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Hesry Walean, Ketua Kelompok Tani Esa Genang Desa Sinisir Kecematan Mondoinding, yang mengatakan bahwa kelompok tani siap 30 hektare untuk pertanaman bawang putih bekerja sama dengan importir wajib tanam.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto, menyatakan bahwa selama tiga tahun terakhir ini Kementerian Pertanian membantu pengembangan kawasan sayuran dengan mengalokasikan dana APBN untuk bawang putih sebesar 35 hektar.

Lalu, cabai rawit sebesar 185 hektar, dan bawang merah sebesar 80 hektar. Selain di Minahasa Selatan, APBN juga dialokasikan untuk Kawasan MODASI di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yaitu untuk cabai rawit sebesar 130 hektar.

"Swasembada bawang putih dapat terwujud jika ada kolaborasi antara pemerintah, petani, dan perusahaan yang mempunyai kewajiban tanam bawang putih. Kementerian Pertanian dalam hal ini mendukung bantuan sarana produksi dan pembinaan kepada kelompok tani," ungkapnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID