logo rilis
Kawasan di Danau Toba Ini Dikembangkan Jadi Wisata Kuliner dan Belanja
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
04 Juni 2019, 19:00 WIB
Kawasan di Danau Toba Ini Dikembangkan Jadi Wisata Kuliner dan Belanja
FOTO: Kemenpar

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah mengembangkan Desa Tongging di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang berada di kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata kuliner dan belanja.

Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar, Virginia Kadarsan, mengatakan, ada banyak keuntungan bila wisata kuliner dan belanja dikembangkan lebih cepat di Kawasan Danau Toba.

Hal itu disampaikan Virginia saat Focus Group Discussion (FGD) Kesepahaman Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja yang digelar sepekan lalu di Brastagi, Sumatera Utara. 

“Sebab, ada nilai bisnis besar yang bisa diperoleh dari situ. Dua jenis wisata ini sangat kompetitif untuk mendatangkan pemasukan yang besar,” kata Virginia dalam keterangan tertulis yang diterima rilis.id, Selasa (4/6/2019). 

Desa Tongging sendiri berada sekitar 1 jam dari Brastagi dan menempel langsung di Danau Toba dengan latar belakang Gunung Sipiso-Piso. Di sini juga dijumpai Air Terjun Sipiso-Piso. Posisinya berada elevasi 800 mdpl, lalu memiliki ketinggian 120 meter.

Aktivitas lainnya adalah trekking di kawasan gardu pandang. Kawasan ini sangat menarik dengan rute berkelok-kelok. 

Virginia menjelaskan, tindak lanjut pengembangan wisata kuliner dan belanja akan memberikan dampak positif bagi Danau Toba.

Menurut dia, perlu campur tangan dari berbagai pihak di sekitar kawasan Danau Toba untuk mewujudkan itu, mulai dari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) hingga masyarakat dan pelaku industri wisata.

“Komitmen kuat seluruh stakeholder di sana sudah didapatkan. BPODT akhirnya sepakat menggunakan Tongging sebagai proyek awalnya. Tongging akan digunakan sebagai awal identifikasi dan pengembangan Wiskulja. Selain posisinya, kawasan ini memiliki potensi besar,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar, Oneng Setya Harini, mengatakan, wisata kuliner dan belanja menjadi pemasukan besar bagi pengembangan ekonomi kreatif. Pada 2017, kuliner memberikan pendapatan hingga 41,69 persen. 

Sedangkan wisata belanja memberikan kontribusi hingga 33,85 persen. Menariknya pertumbuhan ekonomi kreatif naik 4,95 persen pada 2016. Distribusinya terhadap PDB Nasional 7,39 persen hingga 7,44 persen pada rentang 2014-2016.

“Percepatan pengembangan Wiskulja di Kawasan Danau Toba harus dilakukan. Harapannya, tentu agar destinasi ini semakin optimal memberikan value secara ekonomi. Potensi yang ada bisa terdistribusikan secara optimal,” kata Oneng. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID