logo rilis
Kata Zulhas, Berpolitik Itu Harus Begini
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
03 Mei 2018, 13:45 WIB
Kata Zulhas, Berpolitik Itu Harus Begini
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetiyo

RILIS.ID, Jakarta— Ketua MPR RI, Zulkifli menilai, kontestasi politik Indonesia harus beradu konsep dan gagasan antarkandidat, bukan mengotak-kotakan masyarakat, namun harus memperkuat persatuan dan kesatuan.

"Tokoh-tokoh ini kami ajak untuk mendorong agar kontestasi politik di Indonesia ini berkualitas dengan mengedepankan adu konsep, gagasan dan bukan mengkotak-kotakan merah putih," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (3/5/2018).

Dia mengatakan, kontestasi politik seperti Pilkada 2018, Pemilu Legislatif, dan Pemilu Presiden 2019 merupakan kontestasi antar anak bangsa karena itu masyarakat jangan sampai terpecah belah.

Menurut dia, sebagai bangsa Indonesia boleh saja berbeda dukungan dan beda pilihan politik, namun merah putih masih tetap sama.

"Saya sebagai Ketua MPR benar-benar menginginkan jangan sampai publik pecah jadi dua dalam kontestasi politik," ujarnya.

Rizal Ramli menilai, selama ini kompetisi politik di Indonesia modalnya hanya pencitraan bukan sebagai ajang adu konsep dan gagasan bagaimana memajukan Indonesia kedepan.

Karena itu, dirinya meyakini apabila para pendiri bangsa seperti Soekarno, M. Hatta, Sutan Sjahrir, dan Agus Salim tidak akan menang apabila mengikuti kompetisi politik hari ini yang hanya mengutamakan pencitraan.

"Mereka pasti kalah karena tidak bisa pencitraan namun mereka memiliki gagasan besar untuk Indonesia. Saat itu kompetisinya adalah gagasan, bagaimana mendorong Indonesia merdeka sehingga mereka menyumbangkan gagasannya," katanya.

Rizal menilai kalau Indonesia "tenggelam" dalam politik pencitraan maka akan sulit menjadi bangsa yang besar karena itu dirinya ingin mengubah "permainan" yaitu bukan mengutamakan pencitraan namun kompetisi gagasan, visi, karakter, dan rekam jejak.

Dia mengatakan kalau hanya pencitraan maka rakyat dimainkan emosinya sehingga dikhawatirkan masyarakat terbelah karena masyarakat ingin Indonesia maju dan makmur.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)