logo rilis

Kata Pengamat, Ini Alasan China Lebih Santun
kontributor kontributor
Taruna Ikrar
22 April 2017, 20:52 WIB
Professor & Dean, Biomedical Sciences, National Health University, California, USA.
Kata Pengamat, Ini Alasan China Lebih Santun
Christine Susanna Tjhin. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Beijing— Pemerintah China dianggap lebih santun terhadap Indonesia dibandingkan ketika menghadapi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Alasannya, Indoesia negara penting dan strategis.

"Indonesia dianggap penting. Makanya Tiongkok berhati-hati agar tidak sampai merusak hubungan bilateral dengan Indonesia," kata  pengamat senior Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Christine Susanna Tjhin dari Beijing seperti dikutip Antara, Sabtu (22/4/2017).

Baca Juga

Karena ingin melestarikan hubungan bilateralnya, lanjut dia, pemerintah China tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, termasuk Pemilihan Kepala Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Demikian pula media-media di daratan Tiongkok tidak banyak menyoroti Pilkada DKI, meskipun salah satu kandidat, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, beretnis Tionghoa.

"Saya pikir akan sangat tidak bijak jika pemerintah RRC sembarangan berkomentar tentang situasi politik Tionghoa di Indonesia," kata kandidat doktor dari Peking University, Beijing, itu.

Apalagi menurut dia, pemerintah China sangat berhati-hati dalam menyikapi penyebaran berita palsu (hoax) terkait tuduhan upaya intervensi China dalam Pilkada DKI pada 2012 dan 2017.

"Makanya mereka tidak akan menyampaikan komentar yang tidak perlu mengenai Ahok," katanya menambahkan.

Ia mengaku selalu mengingatkan koleganya di China dalam menyikapi berbagai persoalan di Indonesia agar tidak merusak hubungan kedua negara.

"Jangan sampai diplomat-diplomat RRT di Indonesia bersikap seperti diplomat RRT di Malaysia yang tidak ragu berkomentar soal politik warga Malaysia keturunan," ujar Christine.

Kalau pun media-media di China memberitakan peristiwa politik di Indonesia, menurut dia, kebanyakan mengutip media asing.

Sementara itu, dalam press briefing harian di Beijing, Jumat (21/4/2017), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, tidak bersedia mengomentari hasil Pilkada DKI terkait dampaknya terhadap investor China.

"Kebijakan kami adalah tidak memberikan komentar terhadap urusan dalam negeri negara lain. Hal itu (Pilkada Jakarta) urusan dalam negeri Indonesia," katanya.


#pilkada dki jakarta
#ahok lengser
#china
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID