logo rilis
Kata Dosen Ini, Kebebasan Pers Sulit Terwujud
Kontributor
Afid Baroroh
23 Maret 2018, 13:35 WIB
Kata Dosen Ini, Kebebasan Pers Sulit Terwujud
diskusi 'Ancaman Terhadap Kebebasan Pers' di Universitas Indonesia. FOTO: RILIS.ID/Afid Baroroh

RILIS.ID, Depok— Dosen Jurnalistik dari Universitas Indonesia (UI), Masmimar Mangiang, mengatakan kebebasan pers sulit terwujud secara ideal. 

Alasannya, karena ada pengaruh dari produk hukum, politik dan masyarakat belum mampu menjamin demokrasi.  

"Kebebasan pers ini masalah lama. Kita tidak mungkin mencapai kebebasan yang benar-benar ideal," kata Masmimar dalam diskusi 'Ancaman Terhadap Kebebasan Pers' di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/3/2018). 

Mangiang juga menyebut, beberapa faktor yang mendasari sulit terwujudnya kebebasan pers tersebut. 

Salah satunya, produk hukum yang dibentuk parlemen dan pemerintah belum menjamin konstitusi.  

Di luar itu, yang sangat kontekstual adalah situasi politik. 

Dia menduga, saat ini ada semacam pembentukan solidaritas dalam membuat hoaks demi memeroleh peruntungan kepentingan politik.  

Dia juga menyebut kondisi masyarakat, yang tak jarang mengintimidasi wartawan atas kepentingan suatu golongan. Suasana seperti ini dianggap sebagai kejahatan.  

"Suasana seperti ini dalam mengintimidasi terhadap wartawan adalah kejahatan. Yang datang dengan aksi damai, tapi melakukan tindakan menakutkan seperti yang terjadi di Tempo, kemarin," ujarnya. 

Kondisi demikian, mengakibatkan kebebasan pers sulit untuk diwujudkan. Hal ini juga menandakan, Indonesia tidak siap untuk berdemokrasi.  

"Kita harus akui bahwa kita tidak siap berdemokrasi," tukasnya. 

Dalam diskusi tersebut, hadir juga Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dan Peneliti Media UI, Eriyanto.

Masing-masing pembicara mendiskusikan tentang problem situasi kebebasan pers. 
 

Editor: Kurniati


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)