logo rilis
Kasus Teluk Balikpapan, Polisi Gunakan UU Lingkungan Hidup
Kontributor
Kurniati
05 April 2018, 12:54 WIB
Kasus Teluk Balikpapan, Polisi Gunakan UU Lingkungan Hidup
Pesut yang ditemukan mati akibat tumpahan minyak di Teluk Balipapan, FOTO: Instagram/@balikpapanupdate

RILIS.ID, Balikpapan— Kepolisian akan menggunakan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1999 tentang Perlindungan Lingkungan Hidup, untuk menjerat para pelaku pencemaran di kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur yang disertai kebakaran hebat.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim, Komisaris Besar Yustan Alpian, pasal yang akan digunakan yaitu Pasal 99 ayat 1, 2, dan 3 UU No 32 Tahun 1999.

"Selain itu, Polda Kaltim juga telah memeriksa 11 saksi terkait kasus yang merusak biota laut dan telah menewaskan lima orang tersebut," katanya di Balikpapan, Kamis (5/4/2018).

Saksi tersebut adalah ABK MV Ever Judger 2, seorang nelayan yang kebetulan ada di dekat lokasi kejadian perkara, keluarga korban tewas, tiga motoris speedboat, Kepala Kesyahbandaran dan Operasi Pelabuhan (KSOP) Semayang dan satu orang dari PT Pelindo III yang sehari-hari mengurus Pelabuhan Semayang.

Yustan mengatakan, Pasal 99 dan ketiga ayatnya itu mengancam para pelaku pencemar dengan hukuman hingga 9 tahun pidana penjara dan denda maksimal Rp9 miliar.

Hukuman maksimal itu bisa dikenakan apabila ada korban yang meninggal dunia atau luka berat. Hukuman paling ringan adalah tiga tahun penjara.

Dari data yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas tumpahan minyak mencapai 7.000 hektare. 

Pantai yang tercemar di sisi Balikpapan dan Penajam Paser Utara hingga 60 kilometer.

Tumpahan minyak juga mencemari hutan mangrove hingga Kariangau, selain di Kampung Atas Air Margasari dan di Penajam. 

Ribuan orang terdampak baik secara ekonomi maupun kesehatan.

"Nelayan tidak bisa melaut dan banyak anak-anak dan perempuan terutama yang tidak tahan mencium bau minyak mengalami sesak napas, mual, dan muntah," kata Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan, Tri Bangun Laksana.

Tumpahan minyak disertai kebakaran di Teluk Balikpapan itu merenggut lima orang jiwa, satu orang mengalami luka bakar dan 20 lainnya selamat.

Lima korban tewas adalah warga Balikpapan yang pergi ke Teluk Balikpapan untuk memancing. Seorang korban merupakan nelayan profesional dan empat korban lainnya warga yang hobi memancing.

Sedangkan korban yang mengalami luka bakar adalah anak buah kapal (ABK) MV Ever Judger 2. 

Dia tersengat api saat memadamkan kobaran api yang menjalar dari laut melalui tali kapal dan melalap sekoci di bagian kiri belakang kapal.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)