logo rilis
Kasus Teluk Balikpapan, BPBD Kecam Sikap Tertutup Pertamina
Kontributor
Kurniati
06 April 2018, 15:39 WIB
Kasus Teluk Balikpapan, BPBD Kecam Sikap Tertutup Pertamina
Habitat kepiting di sekitar Teluk Balikpapan yang rusak akibat tumpahan minyak. FOTO: Twitter/@walhinasional

RILIS.ID, Balikpapan— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, mengecam sikap tertutup dari Pertamina perihal kebocoran pipa mereka yang akhirnya mencemari Teluk Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

"Karena sampai Rabu (4/4/2018) lalu, BPBD tak diberi informasi tentang hal itu oleh Pertamina," kata Kepala BPBD Balikpapan, Suseno di Balikpapan, Jumat (6/4/2018).

Menurut Suseno, jika informasi kebocoran tersebut diberikan Pertamina lebih awal, BPBD akan segera melakukan upaya penanganan lebih awal.

"Karena kami juga perlu tahu, masyarakat ini apakah perlu dievakuasi atau bagaimana ketika ada insiden. Sementara yang paham teknisnya di dalam kan Pertamina," lanjutnya.

Kebocoran minyak dari pipa Pertamina itu mengakibatkan satu kapal pengangkut batu bara terbakar, lima orang tewas terkepung dan ekosistem di sekitar Teluk Balikpapan pun punah.

Selain itu, sebanyak 162 kapal nelayan berikut alat tangkapnya tidak bisa serta merta dipakai melaut karena kotor tercemar minyak mentah.

Selama dua hari penuh juga operasional Pelabuhan Semayang ditutup. 

Ini mengakibatkan, kapal yang tiba di Balikpapan tidak bisa masuk dan sandar di pelabuhan dan kapal yang ada di Teluk Balikpapan tidak bisa keluar.

Menurut laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas daerah terdampak mencapai hampir 13.000 hektare. 

Pohon-pohon di hutan mengrove di utara di Kariangau menjadi pekat oleh minyak.

Penyebab tumpahan kemudian diketahui ada pipa bawah laut Pertamina yang menghubungkan Terminal Crude Lawe-lawe dengan Kilang Balikpapan mengalami kerusakan.

Pipa baja berdiameter 20 inci dan ketebalan 12 milimeter di kedalaman 25 meter itu dilaporkan patah dan bergeser hingga 120 meter dari posisi awalnya.

Pertamina juga membantah lalai dalam melakukan pengawasan, sehingga ada pipa penyalur minyak mentah bawah laut yang patah dan menimbulkan tumpahan minyak yang mencemari perairan Teluk Balikpapan.
 


500
komentar (0)