logo rilis
Kasus Suap Garuda, KPK Dalami Peran Rolls Royce
Kontributor
Tari Oktaviani
21 April 2018, 13:15 WIB
Kasus Suap Garuda, KPK Dalami Peran Rolls Royce
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. FOTO: Instagram/@garuda.indonesia

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mulai mendalam peran dari perusahaan asing Rolls Royce dalam kasus dugaan suap pembelian mesin pesawat Garuda Indonesia. 

Ketua KPK, Agus Rahardjo membenarkan hal tersebut.

Ia tidak membantah penelurusan pihaknya, terkait sejauh mana peran perusahaan asal Inggris tersebut dalam kasus ini.  

"Ya, ada pendalaman," kata Agus di Jakarta, Sabtu (21/4/2018).

Menurut Agus, penyidik perlu mendapatkan keterangan dari para pejabat Airbus dan Rolls Royce untuk kemudian menjadi bahan pengembangan perkara.  

Walaupun sudah memetakan pejabat mana yang bisa dimintai pertanggungjawaban, namun Agus menegaskan ia tetap tak bisa sembarang menersangkakan orang. 

"Kita kan nggak bisa menentukan itu siapa yang tersangka, kita harus mendapatkan paparan ada langkah-langkah yang perlu dilakukan berikutnya. Jadi didalami dulu," paparnya.  

Dalam kasus ini, mantan Dirut Gauruda Indonesia Emirsyah Satar dan Bos PT MRA Group, Soetikno Soedarjo dijadikan tersangka oleh KPK. 

Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui Soetikno yang juga Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd.

Suap tersebut diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017, penyidik KPK sampai saat ini belum juga menahan Emirsyah dan Soetikno.

Editor: Kurniati


500
komentar (0)