logo rilis
Kasus Sohibul Iman, Penyidik Periksa Fahri Hamzah
Kontributor
Sukardjito
02 Mei 2018, 12:26 WIB
Kasus Sohibul Iman, Penyidik Periksa Fahri Hamzah
Presiden KAKAMMI Fahri Hamzah bersama sejumlah pengurus KAKAMMI. FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

RILIS.ID, Jakarta— Penyidik Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sebagai saksi pelapor Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman.

"Rencananya beliau (Fahri) akan hadir," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Adi menegaskan, penyidik membutuhkan keterangan tambahan Fahri yang sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan.

"Polisi akan mencocokkan dan mengklarifikasi beberapa keterangan saksi ahli kepada Fahri," ucap Adi.

Sebelumnya, Fahri melaporkan Sohibul Iman berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 8 Maret 2018.

Sohibul dilaporkan lantaran diduga melanggar Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 43 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 311 KUHP dan atau 310 KUHP.

Fahri menjelaskan pengadilan telah memutus dua kali perkara perdata yang memenangkan dirinya melawan pengurus elite PKS.

Namun, menurut Fahri, Sohibul masih menyampaikan pernyataan yang menjurus fitnah, bahkan merusak iklim hukum di Indonesia dan citra PKS.

"Seolah-olah keputusan pengadilan itu diragukan," ujar Fahri.

Sementara itu, pengacara Sohibul Iman, Indra membantah telah memfitnah dan mencemarkan nama baik Fahri Hamzah melalui media massa elektronik.

"Ada beberapa kalimat (penyataan) dianggap dia (Fahri) mencemarkan nama baik," ungkap Indra.

Kepada penyidik, Indra menjelaskan tidak ada unsur pidana pencemaran nama baik terhadap Fahri lantaran terdapat fakta yang dilengkapi dokumen yang memadai.

Indra bersikukuh tuduhan Fahri terhadap Sohibul tidak memiliki dasar sehingga berkeyakinan penyidik kepolisian tidak akan menetapkan tersangka.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)