logo rilis

Kasus Puisi Sukmawati, Polisi Lakukan Dua Pendekatan Ini
Kontributor

05 April 2018, 12:24 WIB
Kasus Puisi Sukmawati, Polisi Lakukan Dua Pendekatan Ini
Sukmawati. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Polisi akan mendahulukan upaya pendekatan restorative justice, dalam laporan kasus puisi Sukmawati Soekarnoputri. Sebelumnya, sudah dua pelapor yang mengadukan dugaan penistaan agama dalam puisi yang dibacakan Mbak Sukma itu.

"Mengingat masyarakat Indonesia ini adalah masyarakat yang bermusyawarah, berdialog, kita juga pihak kepolisian mengutamakan restorative justice. Artinya penyelesaian di luar pengadilan," papar Argo kepada wartawan, Kamis (5/4/2018).

Diketahui, restorative justice merupakan suatu pendekatan yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan, bagi pelaku tindak pidana serta korbannya.

Baca: Sukmawati Minta Maaf, PPP: Setidaknya Meredam Kemarahan Umat

Argo menjelaskan, itu bisa dilakukan jika nantinya ada pencabutan laporan. Sebelumnya, ada dua laporan yag sudah diterima Polda Metro Jaya. Pertama pelapor seorang advokat Denny Andrian Kushidayat dan politisi Partai Hanura Amron Asyhari.

"Kalau memang nanti mau dilakukan, kita bisa melakukan itu. Misalnya ada pencabutan (laporan), ada musyawarah, nanti kita akan terlibat di situ," ungkap mantan Kabid Humas Polda Jatim ini.

Tetapi, jika tak memungkinan lakukan hal tersebut, sambung Argo, polisi akan tetap menindaklanjuti laporan tersebut. 

"Kalau tidak bisa dilakukan restorative justice, dan kalau memang itu suatu pidana, nanti kita lakukan pemeriksaan. Tapi kita cek dulu, kita gelarkan apakah nanti setelah melakukan pemeriksaan, apakah ada unsur pidana atau tidak di situ," tukas Argo.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)