logo rilis

Kasus Penyiraman Air Keras, Novel: Saya Menduga Ada Oknum Polri yang Terlibat
Kontributor
Tari Oktaviani
11 April 2018, 17:43 WIB
Kasus Penyiraman Air Keras, Novel: Saya Menduga Ada Oknum Polri yang Terlibat
Novel Baswedan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mencium ada indikasi ketidakmauan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadapnya.

Ini lantaran, sudah setahun berlalu namun kepolisian belum juga menemukan siapa pelakunya.

"Saya sudah menyampaikan sejak awal, bahkan seingat saya 5 bulan setelah saya di Singapura saya menyampaikan bahwa saya meyakini ini tidak akan diungkap. Apakah itu merupakan keengganan atau memang ada suatu kesengajaan saya tidak tahu," kata Novel di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Ia menduga, kasusnya tidak terungkap karena ada orang yang berkuasa di dalamnya. Bahkan menurut Novel, oknum Polri pun terlibat didalam penyerangannya. 

"Saya pernah menyampaikan bahwa ini terkait dengan orang-orang yang punya kekuasaan. Saya menduga bahwa ada oknum Polri juga yang terlibat di sini sehingga saya ingin menyampaikan bahwa saya menduga itu yang terjadi," paparnya.

Kendati demikian, ia tidak mau menyebutkan siapa pihak yang dimaksud. Menurutnya, nama yang diduga menjadi aktor dalam penyiraman air kerasnya itu sudah dilaporkan ke tim pencari fakta Komnas HAM.

"Saya kira saya tidak pada posisi yang menyebutkan di forum-forum publik. saya hanya menyampaikan di tempat di mana yang harus sampaikan," tuturnya.

Komnas HAM pun diimbaunya untuk menindaklanjuti laporan Novel tersebut. Ia berharap, semua pihak menunggu tim bentukan Komnas HAM itu bekerja. 

"Komnas HAM sekarang sudah bekerja dan tentunya kita berharap apa yang dilakukan Komnas HAM ke depan menjadi kekuatan juga untuk mendukung untuk agar tidak lagi teror teror kepada orang-orang yang memberantas korupsi telah terjadi," tegasnya.

Diketahui, hari ini tepat satu tahun kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan. Akibat kejadian itu, mata kiri Novel rusak parah dan haeus dioperasi di Singapura.

Hingga saat ini Kepolisian belum juga menemukan pelakunya. Padahal mereka sudah merilis beberapa sketsa wajah terduga pelaku. 

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)