Home » Peristiwa » Nasional

Kasus e-KTP, KPK Telisik Keterlibatan Pihak Lain

print this page Jumat, 8/12/2017 | 09:16

Gedung KPK. FOTO: RILIS.ID/Ridwan.

RILIS.ID, Jakarta— Pengajuan Justice Collaborator (JC) Andi Agustinus alias Andi Narogong menjadi babak baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah pun membenarkannya. Ia mengatakan, Andi menjadi kunci membuka peran dari pihak selain Novanto yang memiliki andil besar.

"Syarat dikabulkan JC ketika info buka keterlibatan pihak lain peran besar. Salah satunya dugaan peran SN dan ini berimplikasi (ke yang lain)," katanya, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Ia berujar, keterangan Andi dalam persidangan menjadi bukti bahwa ada orang lain baik itu dari pihak legislatif maupun eksekutif yang turut menikmati aliran dana dan mengatur perencanaannya.

Oleh sebabnya, jika benar ada keterlibatan pihak lain tersebut maka menurutnya tak menutup kemungkinan juga akan diproses penyidik lebih lanjut.

"Tentu kami cermati dulu apa yang disampaikan AA. Nama disebutkan, dugaan aliran dana dan cek kesesuaian dengan bukti lain," tutupnya.

Diketahui, sejauh ini KPK baru menerima pengembalian uang hasil e-KTP dari 14 pihak. Mereka antara lain yakni korporasi‎, anggota DPR dan para pengusaha penggarap proyek e-KTP tahun anggaran 2014. Totalnya baru Rp 250 miliar. 

Padahal, beberapa anggota dewan komisi II pada periode tersebut disebut-sebut menerima dana e-KTP. Seperti Aif Wibowo yang dikabarkan menerima 108.000 dollar Amerika Serikat, Olly Dondokambey senilai 1,2 juta dollar AS, Ganjar Pranowo senilai 520 ribu dollar AS, dan Yasonna Laolly sebesar 84 ribu dollar AS. 

Kendati begitu keempatnya dalam pelbagai kesempatan, baik seusai pemeriksaan KPK, maupun dalam  persidangan, juga menampik pernah terlibat dan menerima uang proyek e-KTP tahun 2011-2012.

Penulis Tari Oktaviani
Editor Sukarjito

Tags:

KPKKasus e-KTPAndi Narogong