logo rilis
Kasus COVID-19 Melonjak di Atas Cina, BMI Demokrat Interupsi Keras Jokowi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
28 Juli 2020, 09:30 WIB
Kasus COVID-19 Melonjak di Atas Cina, BMI Demokrat Interupsi Keras Jokowi
Pekerja mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta — Sayap Partai Demokrat, Bintang Muda Indonesia (BMI) melakukan interupsi keras terkait naiknya angka Covid-19. Tercatat hingga Senin (27/7/2020), kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 100.303, lebih banyak dari Cina yang 83.664 kasus.

Menurut Ketua Umum DPN DMI, Farkhan Evendy, pemerintah Joko Widodo masih asyik dengan pesta artis dan pesta Pilkada Solo di Istana di tengah pandemi.

"Ini tamparan keras, kita kaget dan hal ini benar-benar bagai petir bagi  gugus tugas dan komite yang dibuat Pemerintah. Kami berharap  Presiden Joko Widodo menunjukkan kepemimpinan yang kuat," kata Farkhan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2020). 

"Sudahlah, berhenti dengan aneka sensasi yang tak urgen terhadap pemberantasan covid-19" lanjutnya. 

Di samping itu, mantan aktivis Yogyakarta yang kerap dipanggil Cak Farkhan ini menyatakan, penambahan  kasus baru  terkonfirmasi COVID-19 masih menunjukkan tren tinggi. Hal ini membuat jumlah kasus positif COVID-19 di tanah air menunjukkan tanda belum melandai apalagi menurun. 

"Ini sungguh situasi gawat, jangan dipandang remeh. Ini persoalan nyawa manusia, di mana tanggung jawab negara atau pemerintah," ujarnya. 

Ancaman reshuffle kabinet pun tak terbukti, dan BMI meyakini akan banyak blunder-blunder ke depan oleh pemerintah, baik terkait isu COVID-19 maupun isu baru yang mengganggu konsentrasi pemerintah menghadapi pandemi tersebut. 

Dewan Pimpinan Nasional Bintang Muda Indonesia menyerukan kepada pemerintah untuk lebih serius dan tak takut pada oligarki yang terus menyetir pemerintah.

"Saya khawatir kebingungan dan ketakjelasan arah pemimpin akan mengakibatkan keguncangan baru di Indonesia," ucapnya. 

"Bisa dinilai selama ini pemerintah salah arah dan tak memiliki kemantapan hati untuk mengambil kebijakan dan keberanian mengeksekusi sejumlah peraturan baik," tandasnya. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID