logo rilis
Kasus Century, KPK Tepis Keraguan Publik soal Firli
Kontributor

19 April 2018, 11:09 WIB
Kasus Century, KPK Tepis Keraguan Publik soal Firli
Mantan Wapres RI Boediono. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kasus dana talangan Bank Century akan tetap diusut meskipun Deputi Penindakan KPK yang baru, Brigadir Jenderal Firli merupakan mantan ajudan wakil presiden Boediono.

Ia mengatakan, lembaga antirasuah itu memastikan akan profesional menangani kasus Bank Century. "Saya kira secara kelembagaan KPK akan profesional untuk menangani kasus ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/4).

Febri berujar bahkan sempat menemui Firli untuk menjelaskan adanya kekhawatiran dari masyarakat dalam penanganan kasus Bank Century yang menyeret nama Boediono. Dari pertemuan itu, pria yang juga mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat itu menegaskan, saat kasus Bank Century terjadi dirinya belum menjadi ajudan Boediono selaku Wakil Presiden.

"Ditegaskan pertama (oleh Deputi Penindakan KPK) peristiwa Bank Century terjadi sebelum Boediono menjadi Wapres. Artinya tidak ada hubungan dengan penugasan saat itu," ujarnya. 

Lagipula lanjutnya, segala keputusan di KPK tidak hanya bergantung pada seorang pejabat saja. Melainkan dibahas secara bersama baik dari jajaran Deputi ataupun Pimpinan KPK.

"Ditegaskan oleh Deputi Bidang Penindakan, yang akan dilakukan hanya sepanjang sesuai dengan pembuktian di proses hukum saja dan mekanisme itu sedang berjalan di kami," tutupnya. 

Sebelumnya, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus dugaan korupsi dana talangan/bailout Bank Century‎.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya akan menyerahkan salinan putusan praperadilan dari PN Jaksel kepada KPK secepatnya. Ia pun berharap agar KPK segera menuntaskan kasus ini dengan menetapkan tersangka baru.

"Atas dikabulkannya gugatan praperadilan yang diajukan MAKI lawan KPK dalam kasus korupsi Century, maka tidak ada alasan lagi KPK untuk tidak menetapkan tersangka baru dalam kasus Century," jelas Boyamin di Jakarta.

Dalam kasus ini setelah terdakwa Budi Mulya divonis bersalah sejak dua tahun lalu dalam perkara Century, hingga kini KPK belum menetapkan tersangka baru. MAKI kemudian mengajukan gugatan praperadilan melawan KPK terkait kasus Century hingga tiga kali agar KPK menetapkan tersangka baru.

Perkara ini memang kerap menyeret beberapa nama pejabat penting negara kala itu. Seperti pernah disebut dalam dakwaan Budi Mulya, mereka di antaranya ‎Boediono, Muliaman D Hadad, Hartadi, Miranda Goeltom, dan Raden Pardede.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)