logo rilis

Kasus Bakamla, KPK Periksa Tiga Karyawan PT Dunia Hobi 
Kontributor
Tari Oktaviani
02 April 2018, 12:12 WIB
Kasus Bakamla, KPK Periksa Tiga Karyawan PT Dunia Hobi 
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— PT Dunia Hobi ikut masuk ke pusaran kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016, yang menjerat politisi Partai Golkar, Fayakhun Andriadi (FA). 

Setidaknya tiga orang karyawan PT Dunia Hobi diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (2/4/2018).

Tiga karyawan PT Dunia Hobi itu antara lain Agus Gunawan, Ninik Samsiah dan Oding. 

"Ketiga orang ini akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka FA," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta.

Namun, belum diketahui hubungan PT Dunia Hobi dengan kasus suap satelit monitoring tersebut. 

Hanya saja, ketiga orang tersebut dianggap mengetahui seputar kasus.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan anggota Komisi I DPR Fayakhun Andriadi (FA) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Bakamla tahun anggaran 2016.

Politikus Partai Golkar ini diduga kuat menerima fee sebanyak Rp12 miliar atas kepengurusan anggaran Bakamla senilai Rp1,2 triliun itu. 

Tak hanya fee dalam bentuk Rupiah, Fayakhun pun diduga menerima uang sebanyak US$300 ribu dari proyek tersebut.

Uang diterima Ketua DPD Partai Golkar DKI itu dari Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Darmawansyah. 

Uang diberikan secara bertahap sebanyak empat kali melalui anak buahnya Muhammad Adami Okta.

Atas perbuatannya, Fayakhun disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)