logo rilis
Kartini Dielu-elukan, Cicit-cicitnya Terabaikan
Kontributor
Ning Triasih
23 April 2018, 13:59 WIB
Kartini Dielu-elukan, Cicit-cicitnya Terabaikan
RA Kartini. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Setiap 21 April, nama Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini berkumandang dimana-mana, jasanya selalu dikenang dan dielu-elukan dalam peringatan Hari Kartini. Hampir seluruh masyarakat Indonesia merayakannya dengan penuh sukacita.

Nyatanya, kemeriahan Hari Kartini berbanding terbalik dengan kehidupan keturunannya. Perhatian pemerintah tak didapatkan oleh cicit-cicit Kartini yang diketahui kini hidup memprihatinkan.

Hal itu terungap saat Bupati Jepara Ahmad Marzuki memberikan sambutan dalam peringatan Hari Kartini pada Sabtu (21/4) kemarin di Pendopo Kabupaten Jepara.

Seperti diketahui, Kartini menikah dengan Bupati Rembang RM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada 12 November 1903. Dari hasil pernikahannya, Kartini dikaruniai putra semata wayang bernama RM Soesalit Djojoadhiningrat pada 13 September 1904. Soesalit pun menikah dan dikaruniai putra bernama Boedi Setyo Soesalit, cucu satu-satunya RA Kartini.

Bersama Sri Bidjatini, Boedi Soesalit kemudian menikah dan dikaruniai lima orang anak bernama Kartini, Kartono, Rukmini, Samimum dan Rachmat. Sayang, sejak kepergian Boedi untuk selama-lamanya, kehidupan cicit-cicit RA Kartini itu cukup memprihatinkan.

Hanya satu cicitnya, Kartini, yang hidup dengan kondisi ekonomi cukup baik. Sedangkan empat lainnya, kurang menyenangkan.

Menurut keterangan Ahmad Marzuki, dua cicit Kartini yakni Kartono dan Samimun berprofesi sebagai tukang ojek.

Cicit Kartini lainnya, Rukmini juga hidup dengan keterbatasan ekonomi sejak ditinggal mati suaminya, sedangkan Rachmat telah meninggal dunia.

Marzuki menambahkan, keturunan Kartini ini tak ada yang tinggal di Jepara, melainkan di rumah bantuan pemerintah di Bogor, Jawa Barat.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)