logo rilis
Karolin Pernah Berjuang Ini untuk Kalbar
Kontributor
Kurniati
12 Juni 2018, 20:15 WIB
Karolin Pernah Berjuang Ini untuk Kalbar
Cagub Kalbar, Karolin Margret Natasa ketika bersama masyarakat. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Pontianak— Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, Karolin Margret Natasa menceritakan pengalamannya selama menjabat sebagai anggota Komisi IX DPR RI dari daerah pemilihan provinsi itu.

Karolin mengatakan, kiprahnya selama delapan tahun menjadi anggota legislatif memang tidak banyak diketahui orang.

Namun, beberapa hal yang telah ia lakukan, seperti menyelesaikan Undang-Undang BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, yang dinilai sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas.

"Mungkin Bapak dan Ibu sudah merasakan BPJS. Keluarganya sakit parah tahun menahun, tidak kunjung sembuh-sembuh keluar masuk Rumah Sakit, melalui BPJS mendapatkan pengobatan yang lebih murah," kata Karolin saat Kampanye Dialogis di Kabupaten Kubu Raya, Selasa (12/6/2018).

Karolin mengakui, dirinya tidak memerlukan sebuah piagam penghargaan atas perjuangan yang telah ia lakukan.

Tugasnya sebagai wakil rakyat adalah menyalurkan aspirasi masyarakatnya tanpa, mengharapkan namanya dipatri dalam sebuah piagam penghargaan.

Hal lain yang telah dilakukannya bagi masyarakat Kalimantan Barat, yaitu menyelesaikan permasalahan tenaga kerja Indonesia di negara lain.

Perjuangan Karolin untuk membebaskan Hiu bersaudara asal Kota Pontianak yang divonis hukuman mati oleh negara malaysia telah terekam baik diingatan masyarakat.

"Ada warga negara kita yang diancam hukuman mati diluar negeri. Dia  merupakan warga Siantan keturunan Tionghoa, bukan keluarga saya tetapi kami berjuang supaya dia diselamatkan dan dia bebas dari hukuman mati pulang ke Indonesia bertemu dengan keluarganya. Apakah ibu Karolin dapat piagam penghargaan? Tidak, tetapi dua nyawa telah diselamatkan," tutur Karolin.

Apa yang telah dilakukannya itu merupakan wujud kecintaanya kepada masyarakat Kalbar, sebuah perjuangan politiknya tanpa mengharapkan adanya penghargaan yang dicantumkan pada sebuah kertas bertinta emas.

"Inilah wujud kecintaan dan perjuangan saya bagi masyarakat Kalbar. Apakah saya mendapat penghargaan? Tidak, menjadi seorang pemimpin itu berarti siap menjadi pelayan bagi masyarakatnya," pungkas Karolin


500
komentar (0)