logo rilis

Karolin Ingin Jadikan Kayong Utara Sentra Kopi Kalbar
Kontributor
Kurnia Syahdan
02 April 2018, 16:35 WIB
Karolin Ingin Jadikan Kayong Utara Sentra Kopi Kalbar
Cagub Kalbar, Karolin Margret Natasa. FOTO: Instagram/@dr_karolin

RILIS.ID, Pontianak— Calon Gubernur Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa, berkeinginan menjadikan Kabupaten Kayong Utara sebagai sentra kopi di provinsi itu.

Ia bahkan memastikan akan membantu mengembangkan potensi kopi Liberika Kayong Utara, yang saat ini sedang dikembangkan masyarakat Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara.

"Saya juga baru tahu, kalau Seponti Kabupaten Kayong Utara saat ini memiliki jenis kopi unggulan dari varian Liberika yang kualitas dan rasanya sangat baik. Ini tentu menjadi potensi Kayong Utara yang harus dikembangkan," kata Karolin disela kegiatan kampanye di Kayong Utara, Senin (2/4/2018).

Cagub Kalbar dengan nomor urut 2 ini bahkan menyempatkan diri untuk melihat langsung pengolahan biji kopi yang dilakukan oleh masyarakat Seponti, Kayong Utara yang saat ini sedang mengembangkan kopi Liberika.

"Budi daya kopi dan pengolahan kopi di Kayong Utara ini tentu menjadi potensi bagi daerah ini, karena saya sudah merasakan sendiri bagaimana kopinya yang tidak kalah dengan olahan kopi yang ada di Pontianak, bahkan Nasional," ungkap Karol.

Bupati Landak ini juga sangat tertarik dengan pengolahan kopi oleh masyarakat di Seponti ini, sehingga ke depan Kalbar bisa mengolah potensi kopi ini menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

"Hal ini tentu bisa dilakukan jika kita bisa mengolahnya dengan baik, sehingga sisi pengolahan ini menjadi fokus utama kita," katanya.

Untuk kualitas rasa, kata Karolin, kopi Kayong Utara ini sangat baik, mengingat putri mantan Gubernur Kalbar, Cornelis ini mengaku cukup memilih untuk mencicipi kopi, mengingat asam lambungnya akan cepat meningkat jika salah meminum kopi.

Namun, katanya, saat mencicipi kopi Liberika ini, selain rasanya yang pas, juga tidak menyebabkan asam lambung. 

"Pokoknya rasanya pas sekali dan ini harus dicoba oleh masyarakat Kalbar," tuturnya.

Mantan anggota DPR itu berharap, melalui BumDes, potensi ini bisa dikembangkan, karena ini merupakan salah satu potensi yang jelas sangat baik.

"Sesuai dengan program Kemendes, dimana setiap desa diharapkan memiliki satu produk, tentu kopi ini bisa menjadi produk unggulan Desa Seponti. Tinggal nanti pemerintah membantu dari sisi pengolahan, karena berdasarkan keluhan masyarakat disini, mereka masih terhambat dalam pengolahan kopi yang baik," kata Karolin.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)