logo rilis

Karolin: Hasil Tak Akan Mengkhianati Perjuangan
Kontributor
Kurnia Syahdan
26 April 2018, 18:17 WIB
Karolin: Hasil Tak Akan Mengkhianati Perjuangan
Calon Gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa. FOTO: Dokumen Pribadi

SOSOKNYA memang tak lepas dari anggapan politik dinasti, meskipun apa yang ia raih saat ini merupakan buah dari pengalamannya menjadi wakil rakyat dua periode di Senayan, dengan perolehan suara tertinggi se-Kalimantan Barat.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa siap berakselerasi menjadi gubernur Kalbar sekaligus menggantikan ayahnya. Tapi untuk menjadi orang nomor  satu di Kalbar itu, calon gubernur yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini masih harus melewati jalan yang masih berliku termasuk harus terus mendongkrak tuah statistik yang bernama elektabilitas.

Wartawan rilis.id, Kurniati dalam sebuah kesempatan sempat berbincang santai dengan mantan anggota Komisi IX DPR ini.

Apa yang membuat Anda berbeda dengan calon gubernur lain?

Saya memiliki pengalaman hingga ke tingkat nasional. Dibandingkan dengan kandidat lain, saya pernah menjadi anggota DPR dua periode untuk daerah pemilihan Kalbar. Saya juga paham betul tantangan dan hambatan pembangunan yang ada di Kalbar. 

Kemudian, saya juga memahami karakter masyarakat Kalbar dari seluruh kabupaten/kota karena sudah menjadi tugas dari DPR. 

Mudah-mudahan, pemahaman karakter ini membuat saya bisa semakin menentukan prioritas pembangunan, menyatukan elemen masyarakat, kompak, agar bisa membangun Kalbar dengan situasi yang aman dan kondusif.

Terkait isu politik dinasti yang diembuskan, bagaimana Anda menyikapinya?

Saya tidak mau menghabiskan energi untuk meladeni hal-hal seperti itu. Saya akan tunjukan dengan kerja keras, keseriusan dan menyampaikan program-program kita ke masyarakat.

Jadi, saya tidak mau membuang energi untuk meladeni kampanye negatif.

Anda baru saja menjabat sebagai bupati, kemudian memilih mencalonkan diri sebagai gubernur Kalbar....

Pro dan kontra saya yakin tetap ada, karena itu menjadi bagian dari proses demokrasi. Namun, mayoritas dari masyarakat Landak sudah tidak heran lagi dengan bupatinya yang mencalonkan diri menjadi gubernur, karena itu juga terjadi di zamannya Pak Cornelis. 

Jadi, saya kira itu sebagian kecil saja. Sebagian besar masyarakat memahami bahwa kepentingan kita untuk kepentingan Kalbar, sehingga masyarakat Landak juga akan merasakan efek positif jika pemimpinnya menjadi Gubernur Kalbar.

Lebih enak jadi dokter, anggota DPR, Bupati Landak atau nanti gubernur?

Semuanya enak. Semuanya saya nikmati.

Masih menyempatkan diri liburan?

Kita kurang piknik kayaknya. Enjoy the trip saja, itu kuncinya. Saya terus bergerak untuk berkeliling Kalbar untuk menyapa masyarakat. Jadi harus dinikmati proses perjalannya, karena kalau tidak dinikmati, akan menjadi lebih berat.

Saya juga mencoba menikmati setiap momen, seperti ngopi di warung pinggir jalan, itu sudah bagian dari cara kita melepaskan ketegangan dan stres.

Yakin menang di Pilgub Kalbar?

Saya orang yang percaya pada kerja keras. Saya percaya hasil tidak akan mengkhianati perjuangan. Jadi, saya akan selalu berjuang!


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)