logo rilis

Karolin Ajak Perempuan Kalbar Tingkat Peran
Kontributor
Kurniati
11 Juni 2018, 15:30 WIB
Karolin Ajak Perempuan Kalbar Tingkat Peran
Calon Gubernur Kalbar, Karolin Margret Natasa. FOTO: Dokumen Pribadi

RILIS.ID, Pontianak— Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa mengajak Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) untuk bersama-sama meningkatkan perannya dalam masyarakat dan pembangunan provinsi itu ke depan.

"Sejak awal, WKRI telah membedakan dirinya dalam masyarakat untuk berperan aktif dalam mempromosikan martabat perempuan dan mengembangkan visi dan misi organisasinya berpedoman pada doktrin Gereja Katolik," katanya di Pontianak, Senin (11/6/2018).
    
Menurutnya, saat ini paran perempuan masih terbatas di sejumlah daerah.

Perempuan masih mengalami diskriminasi dalam masyarakat Indonesia yang patriarki. 

"Untuk itu, kita harus terus berkaca pada tujuan gerakan awal dibentuknya organisasi ini untuk meminimalkan keterbelakangan dan isu-isu gender yang memaksa perempuan Indonesia  kalah dengan rekan-rekan pria mereka," tuturnya. 

Karolin berharap, WKRI Kalbar dapat meningkatkan kegiatannya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti kursus menjahit, memberikan advokasi kepada perempuan bermasalah dan penyadaran gender dan kegiatan positif lainnya terkait perempuan.
    
"Pemerintah telah menempatkan kaum perempuan sebagai partner bagi pembangunan. Isu gerakan dan pemberdayaan perempuan yang berkembang berkisar dalam suatu pemikiran bahwa perempuan sebagai sumber daya pembangunan, dengan kata lain politik gender telah memakai pendekatan Women In Development dimana perempuan terintegrasi sepenuhnya dalam derap pembangunan nasional," paparnya.

Perhatian pemerintah ini, lanjutnya, memberikan porsi kepada kaum perempuan untuk lebih eksis meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan menuju bangsa yang sejahtera dan penuh kedamaian.
    
Kondisi ini dapat dipahami begitu besar andil perempuan dalam pembangunan nasional yang diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun. 
    
"Meski sumber daya perempuan belum dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan sumbangan ekonomi dalam pembangunan, namun perempuan dan pembangunan telah menjadi sorotan dunia internasional termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam kajian yang lebih komprehensif," sambungnya.

Untuk itu, Karolin berharap, WKRI ke depan dapat menjadi fatner pemerintah dalam membantu pembangunan SDM Perempuan Kalbar dan mitra dalam membangun.
    
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)