logo rilis
Karachi Dilanda Gelombang Panas, 64 Meninggal
Kontributor
Syahrain F.
22 Mei 2018, 16:25 WIB
Karachi Dilanda Gelombang Panas, 64 Meninggal
FOTO: Alamy/Håkan Jansson

RILIS.ID, Karachi— Lebih dari 60 orang meninggal dunia akibat gelombang panas yang melanda kota komersial Pakistan, Karachi, dalam 72 jam terakhir.

Badan Meteorologi Pakistan memprediksi, gelombang panas tersebut akan terus berlangsung setidaknya selama tiga hari ke depan.

Dampak gelombang panas paling dirasakan oleh para buruh yang bekerja di bawah terik matahari di lokasi-lokasi konstruksi atau di unit-unit industri yang tidak memiliki fasilitas yang memadai.

Faisal Edhi, kepala salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terbesar di Pakistan mengatakan, sebagian besar kematian dilaporkan dari dua distrik industri utama, yaitu Korangi dan Landhi--di mana sejumlah besar pekerja kepayahan menghadapi gelombang panas.

Menurut dia, dari 64 kasus meninggal dunia selama tiga hari terakhir, beberapa perempuan juga turut menjadi korban.

"Sayangnya, mayoritas unit industri tidak memiliki fasilitas pendinginan yang memadai, sehingga meningkatkan risiko lebih banyak korban jiwa jika gelombang panas ini berlanjut," ungkap Faisal, Senin (21/5/2018), melansir kantor berita Timur Tengah Anadolu Agency.

"Kebanyakan korban meninggal di rumah karena mereka tidak mendapatkan bantuan medis tepat waktu," tambah dia.

Pada 2015, lebih dari 1.400 orang meninggal dunia, sebagian besar di Karachi, akibat gelombang panas masif di selatan Pakistan.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)