logo rilis
Kapolri: Kami Senang Hati TNI Dilibatkan dalam Pemberantasan Terorisme
Kontributor
Yayat R Cipasang
14 Mei 2018, 13:04 WIB
Kapolri: Kami Senang Hati TNI Dilibatkan dalam Pemberantasan Terorisme
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian tidak mempermasalahkan TNI terlibat dalam pemberantasan terorisme menyusul kontroversi dan lambannya revisi UU Anti Terorisme.

"Kami dengan senang hati teman-teman TNI terlibat dan kami sudah bicara juga dengan Presiden dan Panglima TNI," kata  Tito saat jumpa pers di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Senin (14/5/2018).

Keterlibatan TNI, kata Tito, sudah diakomodasi dalam Pasal 43 RUU Anti Terorisme. "Mengenai detailnya seperti apa dan langkah-langkahnya seperti apa nanti akan diatur dalam perpres," ujar Tito.

Tito malah berharap, keterlibatan TNI dalam pemberantasan terorisme akan lebih efektif. Terorisme adalah musuh bersama.

"Saya sudah sampaikan kepada PanglimaTNI, Polri tidak berkeberabatan TNI bergabung bersama kita. Kita ini menghadapi musuh bersama. Untuk kepenntiga rakyat. Saya yakin kalau TNI bersama kita, akan lebih baik," kata Tito.

Menko Polhukam Wiranto usai pertemuan dengan sejumlah perwakilan partai politik juga berkomitmen akan mempercepat pembahasan RUU Terorisme. Pemerintah tidak akan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

"Kami tidak akan menerbitkan perppu tapi akan mempercepat revisi UU Terorisme," kata  Wiranto dalam keterangannya di Jakarta, pagi tadi.

Wiranto memastikan, pemerintah dan DPR sudah tidak ada lagi perbedaan pandangan mengenai substansi RUU Terorisme. Termasuk soal definisi terorisme.

"Tidak ada lagi perbedaan definisi semuanya tinggal dibahas," ujar Wiranto. "Kami juga meminta bantuan DPR untuk mempercepat pembahasan ini."

Wiranto meyakinkan, UU Terorisme yang baru sangat penting dan urgen. Sudah dalam kondisi kegentingan yang memaksa. Tapi bukan berarti dengan perppu solusinya.

"Aparat bukan dipersenjatai tetapi dengan UU ini aparat diberikan otoritas dan kewenangan. Jangan sampai aparat menangani teroris dengan tangan terborgol," kata Wiranto.


500
komentar (0)