logo rilis

Kapasitas ​Bendungan Kuningan Capai 25,9 Juta Meter Kubik
Kontributor

24 Mei 2018, 23:14 WIB
Kapasitas ​Bendungan Kuningan Capai 25,9 Juta Meter Kubik
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (kiri), saat meninjau lokasi pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). FOTO: Humas Kementerian PUPR

RILIS.ID, Kuningan— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan, Jawa Barat. Progresnya telah mencapai 75,88 persen dan ditargetkan rampung akhir 2018. 

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan, Bendungan Kuningan memiliki volume tampung total sebesar 25,9 juta meter kubik. Air dari bendungan tersebut, akan melayani Daerah Irigasi (DI) Cileuweung Kuningan seluas 1.000 hektare dan DI Jangkelok Brebes seluas 2.000 hektare.

"Bendungan ini kapasitas tampungnya dua kali lebih besar dari Bendungan Raknamo di NTT, yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo," ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan Bendungan Kuningan, Kamis (24/5/2018).

"Manfaat lainnya, adalah pengendalian banjir, sumber air baku sebesar 300 liter per detik, dan energi listrik tenaga air sebesar 500 kWh (kilowatt per jam)," imbuh dia.

Karena manfaat bendungan digunakan dua provinsi, maka pembangunannya melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung dengan Kuningan dan Brebes. Kerja sama mencakup pembebasan lahan, penanganan aspek sosial dan lingkungan, serta penanganan cagar budaya dan alam di sekitar bendungan.

"Ini juga satu bentuk kerja sama antarkabupaten, karena Bendungan Kuningan ini dimanfaatkan tidak hanya untuk warga Kuningan, tapi juga untuk warga Kabupaten Brebes. Bendungan ini, juga berpotensi untuk meningkatkan kawasan wisata di Kuningan, karena juga tidak jauh dari pemukiman. Sehingga, harus kita tata betul kawasannya," beber Menteri Basuki.

Biaya awal pembangunan proyek yang membendung Sungai Cikaro, anak Sungai Cijalengkok itu senilai Rp491,4 miliar. Pekerjaannya dimulai sejak 2013 oleh PT Wijaya Karya-PT Brantas Abipraya KSO selaku kontraktor pelaksana. 

"Karena penandatangan kontraknya sudah sejak 2013 dan sempat terhenti karena permasalahan lahan, sehingga terjadi eskalasi akibat inflasi. Total cost of money jika dihitung, menjadi sekitar Rp510 miliar," ungkapnya.

Progres pembangunan bendungan tipe urugan dengan panjang puncak 229 meter dan dilengkapi terowongan pengelak sepanjang 218,42 meter tersebut, mencapai 78,98 persen. Selanjutnya, akan dilakukan pengisian air bendungan (impounding), awal 2019. 

Saat meninjau lokasi, Menteri Basuki didampingi Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Bob Arthur Lambogia, Kepala BBPJN VI Atyanto Busono, Direktur Rumah Khusus Ditjen Penyediaan Perumahan Christ Robert Panusunan Marbun, serta Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Bendungan Kuningan merupakan satu dari 65 bendungan yang dibangun Kementerian PUPR pada 2015-2019. Tujuannya, mendukung ketahanan pangan dan air sesuai Nawacita Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)