logo rilis
Kali Pertama, Korporasi Jadi Tersangka Pencucian Uang
Tari Oktaviani
18 Mei 2018, 13:57 WIB
Kali Pertama, Korporasi Jadi Tersangka Pencucian Uang
KPK. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjerat sebuah korporasi sebagai tersangka. Kali ini, perusahaan itu dijerat dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Yang pasti, ini kasus TPPU pertama dengan tersangka korporasi," ujar Juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Dia enggan merinci korporasi yang dimaksud. Alasannya, akan disampaikan pada konferensi pers, siang nanti. Diduga, pasal TPPU terhadap korporasi ini terkait kasus dugaan suap Bupati Kebumen, Mohamad Yahya Fuad (MYF).

"Penyidik sedang tangani sebuah korporasi, yang diduga menampung dan menyamarkan hasil korupsi. Ada fee proyek terkait kasus kepala daerah yang dikelola oleh sebuah korporasi," ungkap Febri.

KPK diketahui, menetapkan beberapa orang sebagai tersangka pada kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang/jasa di Kebumen pada 2016. Di antaranya, Yahya, Komisaris PT Karya Adi Kencana (KAK) Khayub Muhammad Lutfi Khayub Muhammad Lutfi, serta pihak swasta Hojin Ansori.

Yahya diduga menerima uang sekitar Rp2,3 miliar dari Khayub. Sementara Hojin, yang sebelumnya menjadi anggota tim sukses Yahya, diduga sebagai perantara suap.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)