logo rilis
Kalau Dua Periode, NasDem Minta Jokowi Kembangkan Nuklir
Kontributor
Nailin In Saroh
21 April 2018, 12:30 WIB
Kalau Dua Periode, NasDem Minta Jokowi Kembangkan Nuklir
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Nasional Demokrat, Kurtubi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Nasional Demokrat (NasDem), Kurtubi, berharap, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) bisa mulai dikembangkan jika terpilih pada periode kedua kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, Indonesia sudah harus menyegerakan pembangunan PLTN di tengah arus besar kebijakan dunia tentang penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan, serta energi baru/terbarukan (EBT). 
Kurtubi yakin, penggunaan listrik tenaga nuklir mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen.

“Ini perlu agar kita bisa mengejar ketertinggalan kita dari Korea, Jepang dan China," katanya di Jakarta, Sabtu (20/4/2018).

Kurtubi menilai, percepatan pertumbuhan perekonomian membutuhkan ketersediaan listrik yang cukup dan stabil dalam satu hari penuh. 

Pasalnya, semua pabrik/industri beroperasi 24 jam tanpa henti.

"Sementara EBT seperti tenaga angin, surya, biomas dan lain-lain kita butuhkan karena bersih, sama dengan energi nuklir/ PLTN. EBT dari tenaga angin, surya dan lain-lain kurang tepat untuk menjadi andalan industrialisasi karena tidak stabil dan sangat tergantung pada teknologi baterai yang berpotensi juga merusak lingkungan. Namun EBT tetap harus dikembangkan,” terangnya.

Legislator asal Nusa Tenggara Barat itu menambahkan, Indonesia dengan potensi uranium dan thorium yang besar sangat tepat untuk segera memulai mengembangkan PLTN.

“Kebijakan energi zaman now harus melipatgandakan pemakaian energi bersih dari EBT. Segera pula memakai energi dari PLTN dengan emisi karbon yang  sangat rendah, hanya sekitar 0,1 gram dari setiap pemakaian 1 kwh listrik. Sementara setiap 1 kwh listrik dari PLTU dan PLTD menghasilkan 1.000 gram dan 800 gram emisi karbon,” tukas Kurtubi.

Editor: Kurniati


500
komentar (0)