logo rilis
Kala 'Water Bombing' Tak Mampu Atasi Karhutla
Kontributor

18 September 2018, 18:45 WIB
Kala 'Water Bombing' Tak Mampu Atasi Karhutla
FOTO: Instagram

RILIS.ID, Jakarta— Upaya bom air atau water bombing sudah tidak mampu lagi untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah gambut di Sumatera Selatan, karena banyaknya titik api di daerah tersebut.

"Kita sudah kewalahan, sudah 10 helikopter dikerahkan tapi water bombing tidak bisa mengatasi, karena titik kebakaran sangat banyak," kata Sekretaris BPBD Sumatera Selatan, Yana Pardiana, di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Dia mengatakan, dalam sepekan terakhir tidak terdeteksi awan di Sumsel sehingga semakin sulit memadamkan kebakaran dengan teknologi modifikasi cuaca.

Satu-satunya upaya adalah water bombing, dengan mengerahkan 10 helikopter yang sedikitnya setiap helikopter melakukan 50 kali pengeboman.

Terlebih lagi, prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau akan semakin panjang hingga November 2018 karena sudah terdeteksi El Nino lemah.

Pada Selasa, tercatat 37 titik api di Sumatera Selatan. 

Paling banyak kawasan gambut dan sering terbakar di Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan Banyuasin, yang akan berdampak kabut asap hingga ke Kota Palembang.

"Ke depan kami mengharapkan ada teknologi baru seperti menciptakan awan, bukan hanya awan untuk modifikasi cuaca, karena seminggu terakhir di Sumsel tidak ada awan," katanya.

Dia mengatakan, untuk mengatasi Karhutla BPBD Sumsel selama ini sudah kerja sama dengan BPPT untuk teknologi modifikasi cuaca karena Sumsel mempunyai 1,4 juta hektare gambut yang saat ini sedang mengalami kebakaran di beberapa tempat di OKI dan Ogan Ilir.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID