logo rilis
KAHMI Minta Sukmawati Cabut Puisi 'Ibu Indonesia'
Kontributor
Fatah H Sidik
06 April 2018, 22:21 WIB
KAHMI Minta Sukmawati Cabut Puisi 'Ibu Indonesia'
Sukmawati Soekarnoputri. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Sukmawati Soekarnoputri diminta mencabut dan menyatakan puisi "Ibu Indonesia" tak pernah ada. Demikian sikap resmi Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) atas polemik karya sastra tersebut.

"Permintaan maaf yang telah disampaikan kepada seluruh umat Islam tidak cukup," ujar Koordinator Presidium MN KAHMI Siti Zuhro dan Sekretaris Jenderal Manimbang Kahariady, via keterangan tertulis yang diterima rilis.id di Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Baca: Sukmawati: Saya Tidak Ada Niatan Hina Umat Islam

Ada dua pertimbangan KAHMI bersikap demikian. Pertama, konstitusi mengakui kebebasan berekspresi seluruh warga negara. Namun, hak itu bukan sebesar-besarnya, melainkan bertanggung jawab serta dibatasi nilai-nilai Pancasila dan konstitusi.

"Termasuk dalam hal ini seni puisi," jelasnya.

Kedua, puisi putri proklamator Soekarno itu tak mengindahkan nilai-nilai Pancasila serta konstitusi, pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Soalnya, upaya membandingkan sari konde dengan cadar serta kidung Indonesia dengan azan merupakan hal keliru dan tak tepat.

"Karena yang satu bersifat profan. Sedangkan lainnya bersifat sakral (bagian dari ajaran agama)," jelasnya. Sehingga, dianggap mengandung unsur pelecehan terhadap nilai-nilai Islam.

Baca: Kasus Puisi Sukmawati Dipastikan Lanjut di Bareskim Polri

Indonesia, menurut pandangan KAHMI, merupakan negara majemuk dari aspek suku, ras, dan agama. Dengan demikian, semua warga negara berkewajiban menghormati keragaman tersebut. Alasannya, kedamaian, keadilan, dan kemakmuran akan tercapai melalui toleransi, hormat-menghormati, serta kebersamaan.

"Sebagai anak bangsa, kita semua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mempertahankan dan menegakkan NKRI yang kita cintai," terangnya.

"Semoga kasus puisi Ibu Sukmawati menjadi pelajaran beharga bagi semua anak bangsa dan tidak berulang," tutup siaran pers tersebut.

Baca: Nasir Djamil: Sukmawati, Berpotensi seperti Ahok


500
komentar (0)