logo rilis

KAHMI Kecam Cara Polri saat Menangani Demonstrasi di Istana
Kontributor

24 Mei 2018, 15:49 WIB
KAHMI Kecam Cara Polri saat Menangani Demonstrasi di Istana
Ilustrasi aparat Kepolisian mengawal aksi demonstrasi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mengutuk cara Kepolisian saat mengawal demonstrasi peringatan 20 tahun reformasi di depan Istana, Jakarta, Senin (21/5/2018). Soalnya, sejumlah mahasiswa peserta aksi mengalami luka-luka, akibat penangan aparat cenderung represif.

Padahal, kata Koordinator Presidium MN KAHMI, Siti Zuhro, demonstrasi merupakan bagian dari ekspresi menyatakan pendapat. Keberadaannya juga dijamin negara demokrasi.

"Sehingga, penanganannya perlu dilakukan secara profesional, tanpa menimbulkan korban," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima rilis.id di Jakarta, Kamis (24/5).

Untuk itu, MN KAHMI menuntut Kepolisian bertanggung jawab atas timbulnya korban. "Meminta Kepolisian untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas hal tersebut," lanjut dia.

Korps Bhayangkara, menurut Wiwiek, sapaannya, pun harus mengusut dan menindak atas ketidakprofesionalan yang dilakukan anggotanya. "Agar di masa depan tidak ada lagi peristiwa serupa," jelasnya.

KAHMI, lanjut peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini, memberikan perlindungan hukum kepada mahasiswa yang menjadi korban dalam aksi itu. Akibat tindakan represif aparat, sedikitnya tujuh mahasiswa kader HMI terluka.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)