logo rilis
Kabar Gembira! Biaya Administrasi Kartu Debit Dipotong Rp1.000 kalau...
Kontributor
Intan Nirmala Sari
09 April 2018, 21:57 WIB
Kabar Gembira! Biaya Administrasi Kartu Debit Dipotong Rp1.000 kalau...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Perbankan akan menurunkan biaya administrasi bulanan hingga Rp1.000 bagi pengguna kartu debit Gerbang Permbayaran Nasional (GPN) Garuda Merah dan mengurangi komisi merchant discount rate (MDR) menjadi maksimal satu persen.

MDR adalah komisi yang diminta bank kepada pedagang atau sektor jasa yang menggunakan mesin EDC milik bank tersebut.

"Maksimal turunnya Rp1.000. Jika Bank Mandiri beragam dari rentang Rp500-Rp1.000," ujar Senior Vice President Consumer Deposits Bank Mandiri, Trilaksito Singgih Hudanendra di Jakarta, Senin (9/4/2018).

Mandiri sendiri, merupakan salah satu bank yang sudah menerbitkan secara resmi kartu debit nasional berstandar GPN dengan logo Garuda Merah.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) menargetkan hingga akhir April 2018, seluruh atau 115 bank di Tanah Air sudah mengedarkan kartu debit berlogo GPN. Secara rinci, penurunan tarif administrasi bulanan kartu debit Mandiri adalah untuk kartu debit Platinum menjadi Rp7.500 atau turun Rp1.000, kartu debit Gold Rp4.500 atau turun Rp1.000, dan debit silver Rp2.000 atau turun Rp500.

Sayangnya, biaya transfer dan tarik tunai masih menggunakan tarif lama. "Nanti kalau sudah banyak bank yang menggunakan kartu GPN, kita bisa menyesuaikan dan tarik tunai," kata Singgih.

Kemudian, penurunan biaya juga terjadi pada tarif MDR, di mana sebelumnya dikenakan biaya 2,5-3 persen kini menjadi maksimal satu persen setiap transaksi.

Kepala Departemen Elektronifikasi Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia (BI) Pungky Wibowo mengatakan, selain penurunan biaya administrasi dan MDR, kartu GPN juga memberikan akses kepada nasabah untuk menggunakan alat bayar GPN lintas sarana dan prasarana milik perbankan.

Selain itu, segala tahapan transaksi, dari pengalihan (routing) hingga penyelesaian (settlement), dilakukan perusahaan dalam negeri, sehingga segala prosesnya dilakukan di dalam negeri. Terkait aspek keamanan, bank belum diwajibkan menerbitkan kartu GPN yang hanya difasilitasi teknologi chip. Kartu GPN masih dapat berupa pita magnetik, tergantung saldo rekening yang ditetapkan bank penerbit dan nasabah.

Sumber: ANTARA


komentar (0)