logo rilis
Kabalitbangtan: Sejak 1974 Balitbangtan Hasilkan 318 Varietas Unggul Padi
Kontributor
Elvi R
01 Februari 2020, 13:09 WIB
Kabalitbangtan: Sejak 1974 Balitbangtan Hasilkan 318 Varietas Unggul Padi
Petani Subak Liplip, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, memanen padi, Senin (5/6/2018). Panen dilakukan di lahan seluas 51 hektare. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Bogor— Sejak berdiri pada 1974, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilakan sekitar 318 varietas unggul padi. Dari banyaknya varietas unggul yang ditanam di Indonesia, 94 persen merupakan hasil inovasi Balitbangtan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry dalam rapat koordinasi penguatan program kegiatan Balitbangtan untuk mendukung sasaran strategis Kementerian Pertanian di Bogor, Selasa (28/1/2020).

Selain padi, Fadjry juga mengklaim kedelai yang ditanam di Indonesia hampir 90 persen adalah varietas unggul Balitbangtan.

“Komoditas lain dibidang hortikultura juga jukup banyak. Ada mangga yang sudah dipasarkan di Eropa, ayam kampung unggul di sebagian besar wilayah Indonesia, dan masih banyak inovasi lain yang telah dimanfaatkan masyarakat,” papar Fadjry.

Fadjry menambahkan, Balitbangtan telah merilis kurang lebih 600 inovasi teknologi pertanian yang telah dipatenkan. Dari inovasi tersebut, pada 2019 Balitbangtan memeroleh royalti sekitar Rp12 Milyar. “Ini (royalti) terbesar dari kementerian dan lembaga di Indonesia,” ujarnya.

Meski Balitbangtan telah memeroleh berbagai capaian, Fadjry meminta agar jajarannya tidak cepat berpuas diri. Ia pun meminta agar kinerja Balitbangtan terus ditingkatkan demi kepentingan masyarakat, khususnya para petani.

“Tagline Kementan adalah maju, mandiri dan modern. Teman-teman peneliti harus meningkatkan lagi hasil penelitiannya, bukan hanya menghasilkan varietas unggul, tapi juga bisa meningkatkan pendapatan petani dan dapat diekspor,” tegas Fadjry.

Upaya Balitbangtan dalam meningkatkan akselerasi pemanfaatan inovasi dan teknologi pertanian mendapat dukungan penuh dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dalam arahannya, Syahrul meminta agar Balitbangtan mampu memaksimalkan science riset dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

“Sebagai contoh, produksi sapi saat ini masih kurang 300 ribu ton atau setara dengan 1,3 sampai 1,7 juta ekor, apa perlu kita biarkan (impor) terus? Padahal kita memiliki science riset dan teknologi,” ujar Syahrul di hadapan ratusan peserta dari 65 unit kerja dan unit pelaksana teknis lingkup Balitbangtan.

“Kalau begitu ada satu pekerjaan berat yang harus kita selesaikan,” pungkas Syahrul.

Sumber: AB/Balibangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID