logo rilis
KA Cepat Dibatalkan, Singapura Akan Tuntut Malaysia
Kontributor
Yayat R Cipasang
10 Juli 2018, 12:24 WIB
KA Cepat Dibatalkan, Singapura Akan Tuntut Malaysia
PM Malaysia Mahathir Mohamad menganulir kebijakan PM Najib. ILUSTRASI: Anom

RILIS.ID, Jakarta— Singapura akan meminta Malaysia membayar kompensasi atas biaya yang telah dikeluarkan untuk proyek kereta api cepat. Singapura minta 250 juta dolar Singapura (184 juta dolar Amerika) jika pemerintahan baru Malaysia menegaskan membatalkan proyek secara resmi.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menteri Transportasi Khaw Boon Wan mengatakan Malaysia belum secara resmi menginformasikan pembatalan proyek tersebut.

"Karena Malaysia yang telah memutuskan proyek ini terhenti, kami akan minta kompensasi dari Malaysia untuk biaya yang telah dikeluarkan sesuai dengan perjanjian bilateral dan dengan hukum internasional," kata Balakrishnan, Senin (9/7/2018).

"Pemerintah Singapura berkewajiban melindungi dana masyarakat dengan mengganti biaya-biaya yang telah," tambahnya.

Menteri Transportasi Singapura Khaw mengatakan total biaya yang telah dikeluarkan melebihi 250 juta dolar Singapura pada akhir Mei 2018.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan kepada media massa telah membatalkan pembangunan proyek kereta api cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur dengan Singapura. Mahathir mengatakan Malaysia akan berbicara dengannya tetangga tentang kompensasi yang harus dibayarnya.

Khaw mengatakan biaya yang dikeluarkan termasuk tanah untuk proyek, mendirikan lembaga pemerintah untuk menangani proyek tersebut dan untuk mempekerjakan pejabatnya. Proyek ini bernilai sekitar 17 miliar dolar Amerika dan direncanakan selesai tahun 2026. Jika proyek KA cepat ini selesai akan mempersingkat waktu perjalanan antara Kuala Lumpur dan Singapura hingga sekitar 90 menit dari sebelumnya perlu waktu empat atau lima jam.

Mahathir, yang memimpin koalisi oposisi hingga menang Pemilu 9 Mei 2018, telah memprioritaskan untuk memangkas utang nasional dan berjanji meninjau proyek-proyek besar yang disetujui oleh PM Najib karena mahal dan tidak memiliki keuntungan finansial.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)