logo rilis
Jusuf Kalla Pastikan Hadir di Pelantikan Ma'ruf Amin jadi Wapres
Kontributor
Nailin In Saroh
17 Oktober 2019, 17:05 WIB
Jusuf Kalla Pastikan Hadir di Pelantikan Ma'ruf Amin jadi Wapres
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama para Wakil Ketua MPR RI bersilaturahim dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla

RILIS.ID, Jakarta— Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama para Wakil Ketua MPR RI bersilaturahim dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain mengantarkan undangan pelantikan Presiden - Wakil Presiden 2019-2024, juga khusus pimpinan MPR RI juga menyampaikan terimakasih atas berbagai jasa pengabdian Jusuf Kalla selama mendampingi Presiden Joko Widodo pada periode 2014-2019 serta pendamping Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004- 2009

Bamsoet mengatakan, JK menyatakan akan hadir di acara pelantikan untuk menyaksikan KH Maruf Amin yang meminta persetujuan sebagai Wakil Presiden melanjutkan tongkat estafet mendampingi Presiden Joko Widodo selama 2019-2024. 

"Sambil dijamu Pak JK makan dengan menu nasi goreng, sayur lontong, hingga ayam goreng, kami juga ngobrol santai membahas berbagai agenda kerja MPR RI lima tahun kedepan. Khususnya, terkait membahas MPR RI 2014-2019 untuk mengamandemen terbatas UUD Negara Republik Indonesia 1945 ( UUD NRI 1945). Sebagai tokoh bangsa yang diberikan kepercayaan oleh rakyat untuk dua kali menjadi wakil presiden, yakin Pak JK sangat dibutuhkan dalam UUD NRI 1945, "ujar Bamsoet usai bertemu Jusuf Kalla, di Rumah Dinas Wakil Presiden, di Jakarta, Kamis ( 17/10/2019).

Turut hadir sebagai Wakil Ketua MPR RI, antara lain Ahmad Basarah (F-PDI Perjuangan), Ahmad Muzani (F-Gerindra), Lestari Moerdijat (F-Nasdem), Jazilul Fuwaid (F-PKB), Syarief Hasan (F-Demokrat) , Zulkifli Hasan (F-PAN), Arsul Sani (F-PPP) dan Fadel Muhammad (Kelompok DPD).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menyampaikan, dalam diskusi dengan Jusuf Kalla, pimpinan MPR RI tidak akan meminta izin MPR RI sebagai lembaga tertinggi negara yang memilih presiden - wakil presiden. Pemilihan presiden - wakil presiden tetap akan dilangsungkan secara langsung oleh rakyat Indonesia, sehingga daulat kepemimpinan presiden menjadi penjelmaan dari daulat rakyat.

"Meminta dari segala kekurangan Meminta yang dihasilkan dalam penyelenggaraan Pemilu, sistem pemilihan langsung pemilihan presiden - wakil presiden oleh rakyat tak boleh diganggu gugat. Karena dengan pemilihan langsung hubungan politik dan kebatinan antara presiden - wakil presiden dengan rakyat menjadi kuat," tegas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, sebagai tokoh yang dua kali menjadi Wakil Presiden, Jusuf Kalla punya banyak pengalaman yang bisa menggunakan pelajaran dalam membenahi kehidupan kebangsaan dan ketatanegaraan bangsa Indonesia. Karenanya, seusai purna pengabdian sebagai Wakil Presiden 2014-2019, MPR RI akan tetap lebih banyak berkomunikasi dengan Jusuf Kalla untuk menggabungkan berbagai ilmu dan mencoba beliau.

“Kita juga mendapat masukan yang perlu dipikirkan ke depan adalah hubungan antarlembaga negara. Pak JK selama ini menyetujui dengan cermat konstitusi dan tata negara yang menyatakan tidak ada lembaga tertinggi dan tinggi negara. Jadi semua sama sebagai lembaga negara. Sekarang perlu kita mulai untuk memperbaiki MPR di antara lembaga negara lainnya, "urai Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, Jusuf Kalla menambahkan MPR RI tetap terbuka untuk aspirasi masyarakat yang berkembang di tengah masyarakat terkait amandemen terbatas UUD NRI 1945. Terlebih lagi, amandemen terbatas UUD NRI 1945 pun dapat digunakan untuk menggantikan yang terkait dengan hukum. 

"Hampir semua bangsa di dunia pernah mengamandemen konstitusinya untuk menyesuaikan dengan zaman dan menjawab setiap paksaan masing-masing. MPR RI menyediakan ruang diskusi dan dialektika amandemen UUD NRI 1945 akan dibuka seluasnya. Karena aspirasi rakyat sesuai dengan kebutuhan untuk amandemen, "pungkas Bamsoet.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID