logo rilis
Jokowi Tersinggung soal Nelayan Dipersekusi, Sandiaga: Tidak Nuduh, tapi Itu...
Kontributor
Nailin In Saroh
17 Januari 2019, 21:32 WIB
Jokowi Tersinggung soal Nelayan Dipersekusi, Sandiaga: Tidak Nuduh, tapi Itu...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepala negara adalah penegak hukum tertinggi di Indonesia.

Jika ia terpilih sebagai presiden 2019, dirinya akan mengawal penegakan hukum agar tidak ada diskriminasi apapun khususnya suku dan agama.

"Saya sudah katakan dalam sistem bernegara kepala negara adalah penegak hukum tertinggi, untuk itu saya akan mengantar institusi hukum bahwa tidak boleh diskrimnasi terhadap suku agama dan apapun. Kepala negara adalah kepala eksekutif," ujar Prabowo dalam debat, Kamis (17/1/2019). 

Ditambahkan, Cawapres 02 Sandiaga Uno, dirinya sangat miris dengan masih adanya persekusi khususnya rakyat miskin. Hal itu menurutnya, ada ketidakadilan hukum dimasyarakat. Di mana hukum tumpul ke bawah.

"Saya menemukan hal miris, ada nelayan ambil pasir untuk nanam bakau. Beliau di persekusi. Wong cilik hukum tidak ditangani dengan baik. 

Hukum bukan untuk melindungi lawan. Sehingga kami pastikan supremasi hukum harus ada di Indonesia," tegas Sandi. 

Jokowi lantas tidak terima dengan pernyataan Sandi. Menurutnya, nelayan itu bisa melapor ke aparat berwajib dengan apa yang dialaminya.

"Pak Sandi ini nuduh-nuduh lagi. Kan jelas tinggal lapor" katanya.

Namun, Sandi pun langsung menyambut ucapan Jokowi. Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, cerita itu adalah keluh kesah masyarakat yang ditampung pihaknya selama mengunjungi daerah.

"Saya tidak menuduh, yang kami sampaikan adalah cerita yang kami tampung. Kami ingin beri rasa keadilan yang sama," kata Sandi. 

Bukan hanya soal hukum, Sandi pun menuturkan dirinya dan Prabowo juga akan beri keadilan dibidang ekonomi.

"Kami ingin buka lapangan kerja seluas-luasnya. Rakyat ingin biaya hidup yang terjangkau. Prabowo-Sandi ingin menjamin keadilan," tukasnya.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID