Home » Inspirasi » Opini

Jokowi Tak Paham Pimpin Upacara

print this page Kamis, 26/10/2017 | 18:29

Oleh Hariqo Wibawa Satria
Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi

SAMPAI sekarang, judul di atas masih ada di tribunnews.com (3/4/2012), lengkapnya “Pertama Kali Jadi Wali Kota Jokowi Tak Paham Pimpin Upacara. Cek juga di rilis.id. Dua tahun kemudian, kisah itu diceritakan Jokowi saat diskusi di Aula Nurcholish Madjid, Kampus Paramadina pada Rabu (19/2/2014). Semua yang mendengar tertawa, terhibur, termasuk Anies Baswedan dan Bima Arya yang juga menjadi narasumber bersama Jokowi kala itu.

Saya saksi mata dan telinga, karena saya hadir di situ mendampingi Bima Arya. Moderator kemudian mempersilakan Anies Baswedan bicara. Menurut Anies, orang yang tidak pernah di birokrasi pemerintahan punya potensi besar melakukan perubahan. Ia mencontohkan Jokowi, seorang pengusaha mebel yang jadi Wali Kota Solo dan Gubernur Jakarta.

“Ketika menjabat, orang yang tidak pernah di birokrasi berpotensi melakukan perbaikan dan perubahan, karena tak punya beban masa lalu, beban emosional dengan PNS lainnya. Contohnya seperti Pak Jokowi. Namun, bukan berarti orang yang pernah dan lama di birokrasi tidak berpotensi melakukan perbaikan, contohnya Bu Risma,” kata Anies ketika itu.

Nah, lima tahun kemudian, saat Jokowi telah menjadi Presiden, ia kembali lupa tata cara upacara 17 Agustus. "Saya benar-benar lupa, yang harus diangkat bakinya atau hanya kain bendera di atasnya, soalnya waktu gladi bersih saya nggak ikut," kata Jokowi.

Merasa kebingungan, Jokowi pun berbisik ke Ruth untuk menanyakan mana yang ia harus ambil. "Ruth, ini yang diambil bendera atau bakinya," bisik Jokowi kepada Ruth yang mengenang kejadian itu. Untung, Ruth dengan sigap berbisik kepada dirinya‎, untuk tidak mengambil bakinya. Melainkan bendera merah putih saja. "Ruth balas berbisik, Bapak hanya benderanya saja," kata Jokowi seperti menirukan ucapan Ruth (cek Jawapos.com [20/8/2017], dan banyak media lainnya).

Wajar saja pemimpin begitu di awal, termasuk soal sepatu yang digunakan Sandiaga Uno saat pelantikan, pakaian Anies, dll. Bima Arya juga saya lihat grogi waktu pertama kali memimpin upacara.  Seremonial penting, namun pengawasan terhadap janji-janji juga penting. Yang seru banget, setelah pelantikan Anies-Sandi, tiba-tiba muncul banyak pengamat fashion, utamanya di medsos, yang rata-rata mereka menolak reklamasi, tapi dalam hati.

Para pemimpin dunia lainnya juga sering salah dalam acara-acara resmi kenegaraan, mungkin pelajaran bagi para pemimpin kita, sebaiknya hadir juga jika ada gladi bersih, jangan diwakilkan terus. Namun jika tetap salah, ya jadikan saja sebagai hiburan di tengah daya beli yang katanya semakin menurun. Ada juga yang bilang ini soal semantik semata.

Tags:

JokowiAnies BaswedanSandiaga UnoOpini

loading...