logo rilis
Jokowi Sebut Cak Imin Salah Satu Cawapres Jadi Bukti Besarnya Pengaruh PKB
Kontributor
Eroby JF
16 Juli 2018, 14:05 WIB
Jokowi Sebut Cak Imin Salah Satu Cawapres Jadi Bukti Besarnya Pengaruh PKB
Presiden Jokowi, didampingi Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar (Cak Imin), meresmikan 5 venue di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumsel, Sabtu (14/7/2018). Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengungkapkan bila Cak Imin merupakan salah satu dari lima nama yang bakal menjadi cawapresnya pada Pilpres 2019. FOTO: setkab.go.id

RILIS.ID, Jakarta— Penyebutan nama Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar atau Cak Imin oleh Presiden Joko Widodo sebagai salah satu nama cawapres dari lima cawapres yang ada dikantongnya, tentu menjadikan Cak Imin dan PKB sangat spesial. Hal itu beralasan, karena suara PKB dan nahdliyin sangat ebsar.

"Di pilkada Jawa Timur Saifullah Yusuf – Puti (PKB dan PDIP) dan Jawa Tengah, Sudirman Said – Ida Fauziyah (Gerindra, PKB, PAN, PKS) kenaikan suara di kedua pilgub itu adalah suara PKB sekitar 8 juta. Tentu suara ini jadi pertimbangan politik realistis Jokowi untuk dua priode," tegas Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, Senin (16/7/2018).

Karena itu, kata Said, kalau PKB meninggalkan koalisi Jokowi, tentu menjadi ancaman tersendiri di Pilpres 2019 nanti. Apalagi, untuk Pilgub Jateng suaranya 41 persen, atau sekitar 3 juta milik PKB, sedangkan di Jatim 46 persen, atau sekitar 5 juta suara PKB. 

"Memang suara PKB tak bisa dianggap sepele," ujarnya.

Dengan demikian, ucap Said, meski belum benar-benar ditunjuk sebagai cawapres, tapi penyebutan nama Cak Imin secara langsung oleh Jokowi mempunyai makna politis tersendiri. Sehingga, PKB sebagai parpol paling spesial di antara parpol pendukung Jokowi yang lain.

Penyebutan nama Cak Imin sebagai salah satu cawapres, ucapnya, juga menjadi anugerah bagi PKB yang tidak didapatkan oleh parpol pendukung Jokowi lainnya. Apalagi, Jokowi mengatakan daftar cawapresnya sudah mengerucut menjadi lima nama.

"Itu artinya, selain Muhaimin, tersisa empat nama lagi. Di antara yang empat itu, disebut-sebut ada juga nama tokoh dari luar parpol," ungkap Said.

Artinya, papar Said, peluang Golkar, PPP, NasDem, Hanura, dan parpol lain untuk menempatkan kadernya sebagai pendamping Jokowi menjadi semakin kecil.

"Penyebutan nama Cak Imin sebagai salah satu cawapres merupakan keberhasilan strategi PKB memengaruhi Jokowi," jelas Said lagi.

Di antara strategi itu, misalnya, sejak jauh hari Cak Imin dan elite PKB gencar melempar jargon "PKB akan mendukung Jokowi jika Muhaimin yang menjadi cawapres", kemudian mendeklarasikan Posko JOIN (Jokowi-Cak Imin), dan Cinta (Cak Imin untuk Indonesia), "Jokowi akan kalah kalau tidak menggandeng Cak Imin" dan lainnya.

Strategi-strategi PKB itu terbukti efektif. Sebab jika syarat itu tidak dipenuhi, maka jika dibaca secara 'a contrario', menurut Said, itu artinya ada kemungkinan PKB akan mendukung capres yang lain. Ini kata dia, tentu tidak diharapkan oleh Jokowi.

Strategi PKB itu bahkan seolah menempatkan dirinya sebagai kelompok 'oposisi'.

"Strategi politiknya komunikasi langsung dengan SBY, Prabowo dan lain-lain untuk menjajaki peluang poros ketiga. Termasuk dengan kubu Prabowo. Jadi, PKB cukup berhasil meski belum pasti menjadi cawapres Jokowi," pungkasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)