logo rilis

Jokowi Pernah Bertemu Petinggi PKS, Bicarakan Apa?
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
26 April 2018, 16:53 WIB
Jokowi Pernah Bertemu Petinggi PKS, Bicarakan Apa?
ILUSTRAS: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzzammil Yusuf, membenarkan ada pertemuan antara petinggi PKS dengan Presiden Joko Widodo sebanyak dua kali secara informal.

"Terkait Presiden Jokowi benar bertemu dengan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al-Jufri, kalau tidak salah pertemuan informal dua kali," kata Al Muzzammil di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Dia menilai, pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri merupakan hal yang biasa, karena Jokowi sebelumnya juga melakukan pertemuan dengan para petinggi partai politik lain, termasuk Gerindra.

Al Muzzamil mengatakan, pertemuan itu membicarakan arah koalisi ke depan, namun PKS menyatakan dalam posisi sebagai opisisi dan sudah berbicara jauh dengan Gerindra meskipun komunikasi dengan yang lainnya tetap terbuka.

"Di dalam kabinet juga kami tetap tidak mau masuk, sehingga ke depan kami mau bikin capres alternatif," ujarnya.

Menurut dia, Gerindra pun tahu sikap PKS yang terbuka membuka komunikasi dengan pihak lain dan juga sebaliknya, sehingga tidak ada dusta di antara keduanya dan komitmen yang telah dibuat tetap berjalan.

Al Muzzamil menegaskan bahwa Habib Salim dalam pertemuan itu menyatakan, posisi PKS saat ini sebagai oposisi bersifat kritis konstruktif, sehingga hal yang baik akan disampaikan dan yang kurang baik akan dikritisi.

"Kami tegaskan saat ini sedang merancang presiden alternatif untuk sehatnya demokrasi, karena Gerindra tanpa PKS tidak bisa dan sebaliknya juga begitu, sementara yang lain belum firm," katanya.

Al Muzzammil menilai politik sebelum Pilpres masih sangat dinamis karena itu PKS tetap membuka dialog dengan semua pihak.

Menurut dia, PKS hanya berharap Gerindra memiliki komitmen yang sama agar capres alternatif bisa terwujud di Pilpres 2019.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)