logo rilis
Jokowi Minta Kaji Ulang Pembebasan Ba'asyir, Apakah Batal?
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
21 Januari 2019, 21:20 WIB
Jokowi Minta Kaji Ulang Pembebasan Ba'asyir, Apakah Batal?
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Polemik terkait pembebasan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir, hingga kini belum tuntas. Bahkan, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo minta pejabat terkait untuk mengkaji lagi terkait pembebasan tersebut. 

"Presiden memerintahkan pejabat terkait meminta kajian mendalam dan komprehensif merespons permintaan itu," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin petang (21/1/2019). 

Lalu, apakah pembebasan Abu Bakar Ba'asyir batal? 

Menurut Wiranto, pembebasan Ba'asyir hingga kini masih masuk dalam pertimbangan pemerintah. Segala aspek, menurutnya, dipertimbangkan oleh pemerintah. 

"Presiden tidak grusa-grusu, serta merta, tapi perlu mempertimbangkan aspek lainnya," ujarnya. 

Wiranto mengungkapkan, pihak keluarga Ba'asyir telah meminta pembebasan sejak 2017 lalu karena usia lanjut dan kesehatan yang terus menurun. Oleh karena itu, ujarnya, Jokowi memahami permintaan keluarga Ba'asyir tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut, pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dilakukan demi dan atas dasar pertimbangan alasan kemanusiaan.

"Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan," kata Jokowi. 

Jokowi yang menugaskan kuasa hukumnya, Yusril Ihza Mahendra untuk mengupayakan pembebasan Ba'asyir membenarkan bahwa kondisi kesehatan Ba'asyir yang menurun menjadi pertimbangan utama.

Meski begitu, ia menegaskan ada banyak pertimbangan lain yang diperhatikan.

"Iya, termasuk kondisi kesehatan masuk dalam pertimbangan itu," tandasnya.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID