logo rilis
Jokowi: Kritik Harus Ada Data, Jangan Asal Bunyi
Kontributor
Sukma Alam
22 Maret 2018, 02:05 WIB
Jokowi: Kritik Harus Ada Data, Jangan Asal Bunyi
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah tidak anti terhadap kritikan. Namun, kritikan tersebut harus sesuai dengan data bukan fitnah dan mencela.

"Kritikan harus berbasis data. Tidak Asbun, asal bunyi," kata Jokowi di Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan pemerintah perlu untuk diawasi oleh pihak manapun. Menurutnya, kritik sangat diperlukan dalam membangun bangsa dan negara. "Tapi tentu dengan data yang komplet dan kasih solusi untuk perbaikan lebih baik," paparnya.

Selain itu, kritikan juga harus mengedepankan ajaran agama dan adat istiadat Indonesia.

"Keutamaan yang ditopang perilaku sopan-santun, sesuai adat istiadat bangsa Indonesia," ujarnya.

Seperti diberitakan, saat menjadi pembicara diskusi di Bandung, Minggu (18/3) kemarin, Amien Rais meminta masyarakat waspada dengan program pembagian sertifikat tanah Jokowi. Ia menyebut program itu sebagai 'pengibulan'.

Luhut membantah program tersebut merupakan pengibulan. Menurutnya, program itu sejak lama telah diberlakukan di Indonesia.

"Ngapain ngibulin? Dari dulu sudah dibagi kok sertifikat itu. Tapi prosesnya lama, panjang, dan sedikit. Sekarang lebih cepat dan banyak," katanya.
 


500
komentar (0)