Home » Bisnis

Jokowi Klaim Perekonomian di Era-nya Lebih Baik

print this page Rabu, 6/12/2017 | 17:37

FOTO: Sekretariat Presiden

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kondisi ekonomi dua tahun lalu tidak sebaik 2017. Dimana, pada 2015 kondisi perekonomian tidak begitu baik ditandai anjloknya harga komoditas, termasuk harga minyak dunia yang merosot lebih dari 50 persen.

Semnetara itu, Jokowi me-klaim selama tiga tahun kepemimpinannya, kondisi pemerintahan dewasa ini dirasa lebih baik dibandingkan tahun pertama menjabat. 

"Suasananya jauh lebih baik, baik secara internal maupun eksternal dibandingkan saat kita menandai satu tahun pemerintahan di 2015," kata Presiden dalam acara "Bloomberg: The Year Ahead Asia Summit 2017,"  di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Rabu (6/12/2017).

Ia membandingkan perekonomian 2017 dengan kondisi 2015. Dua tahun lalu ekonomi selama empat tahun berturut-turut mengalami pelambatan, seiring dampak devaluasi (pelemahan) mata uang China. Hal itu mengakibatkan rupiah tertekan dan memperburuk situasi ekonomi nasional.

“Dua tahun kemudian, tepatnya hari ini, mata uang kita, rupiah, sudah membaik sekitar 11 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan cadangan devisa kita mencapai rekor tertinggi sekitar US$ 130 miliar,” ucap Presiden seperti dikutip dari pernyataan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.
 
Presiden juga mengatakan bahwa ekonomi Indonesia telah membaik dengan pertumbuhan PDB di atas 5 persen, setelah menginjak level 4,6 persen di kuartal ketiga 2015.

Tak hanya itu, berdasarkan survei tahunan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) 2017, posisi Indonesia meningkat empat peringkat ke ranking 4 sebagai negara tujuan investasi.

“Mei tahun ini, badan pemeringkat dunia Standard and Poor menaikkan peringkat Indonesia kembali menjadi layak investasi. Hal ini juga merupakan yang pertama dalam 20 tahun terakhir bahwa Indonesia berpredikat layak investasi oleh tiga badan pemeringkat dunia, S&P, Moody’s and Fitch,” tambahnya.

Penulis Intan Nirmala Sari

Tags:

Joko WidodoJokowiEkonomi 2017