logo rilis
Jokowi, Hasil Survei dan Makin Lemahnya Rupiah
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
27 April 2018, 12:40 WIB
Jokowi, Hasil Survei dan Makin Lemahnya Rupiah
Presiden RI Joko Widodo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon petahana di Pilpres 2019 memang terbilang rawan. Berdasarkan hasil survei, angkanya masih di bawah 60 persen, hal inilah yang butuh diperjuangkan.

Hal ini pernah diungkapkan pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, kepada rilis.id, belum lama ini. Menurut dia, salah satu yang bakalan bikin Jokowi turun adalah semakin melemahnya rupiah.

"Kalau rupiah nanti makin turun, ekonomi gonjang-ganjing, elektabilitas Jokowi semakin tidak aman," kata Ujang.

Itulah yang terjadi hari ini. Melansir Antara, pada Jumat (27/4/2018) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 11 poin menjadi Rp13.886 dibanding sebelumnya Rp13.875 per dolar AS.

"Pergerakan dolar AS kembali mengalami apresiasi terhadap rupiah di tengah masih maraknya sentimen peluang kenaikan suku bunga The Fed," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, juga menyindir hasil survei Jokowi belakangan ini. Di mana, elektabilitas capres malah makin tinggi, tak sebanding dengan perekonomian sekarang.

"Faktanya berbanding terbalik. Itu terbukti dengan pelemahan rupiah," kata Arief sebagaimana dilansira jpnn.

Menurut dia, nilai kurs rupiah yang ambruk menunjukan bahwa kinerja ekspor nasional di era Joko Widodo bergerak menurun, dan impor meningkat. Kondisi ini tentunya punya dampak signifikan terhadap pengurangan produksi.

Di mana, ujung-ujungnya adalah pengurangan tenaga kerja sehingga pengangguran pun akan meningkat. Proyek-proyek infrastruktur pun, bisa saja nantinya mangkrak. Pastilah akan turun juga pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jadi, di sini terbukti kalau elektabilitas Jokowi memang jadi-jadian. Apa betul semua variabel itu bisa memuaskan masyarakat terhadap kinerja ekonomi pemerintahan Jokowi," tambah dia.


500
komentar (0)