logo rilis
Jokowi Dinilai Bijaksana Tak Tandatangani UU MD3
Kontributor
Tio Pirnando
16 Maret 2018, 21:49 WIB
Jokowi Dinilai Bijaksana Tak Tandatangani UU MD3
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai, langkah Presiden Joko Widodo tak menandatangani hasil revisi Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) sangat tepat.

"Ya, saya kira bijaksana apa yang dilakukan Pak Jokowi tidak teken itu (UU MD3, red)," ujarnya di Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menilai, dalam pembahasan revisi UU MD3, terutama terkait pasal-pasal kontroversial, Presiden pasti tidak mengetahui sejak awal apa saja yang sudah dihasilkan. Meskipun, ujarnya, pemerintah sudah mengutus Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly untuk terlibat dalam pembahasan di DPR.

"Presiden itu kan tidak mengikuti dari awal. Dan, tidak semua orang menyadari. Jadi, masyarakat pun tidak terlalu serius memuatnya karena itu masalah internal (Parlemen). Ternyata rupanya ada masalah serius di belakangnya, baru tahu belakangan. Saya tidak tahu detailnya, yang jelas kalau itu dipersoalkan pasti ada masalah," papar Jimly.

Namun demikian, bekas Ketua MK itu mengimbau, agar semua pihak menghormati berlakunya UU MD3 tersebut.

"Kita hormati UU itu sudah berlaku, walaupun tidak ditandatangani presiden, tapi itu tetap berlaku," pungkasnya.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID