logo rilis
Jokowi Diminta Batalkan Enam Proyek Tol Jakarta
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
17 Juli 2018, 19:25 WIB
Jokowi Diminta Batalkan Enam Proyek Tol Jakarta
Presiden Jokowi meninjau pembangunan proyek tol. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Anggota DPD RI, Fahira Idris, meminta Presiden Jokowi berbesar hati untuk membatalkan proyek pembangunan enam tol dalam kota di DKI Jakarta.

Menurut dia, sikap ini sebagai bukti komitmen Pemerintah untuk menekan laju kendaraan pribadi dan mengalihkan ke transportasi publik.

"Ini juga tindak lanjut sikap Jokowi saat menjabat Gubernur DKI Jakarta yang mengkritik proyek ini dan lebih mendukung pembangunan transportasi massal," kata Fahira dalam siaran persnya kepada rilis.id pada Selasa (17/7/2018).

Menurut Fahira, jika merujuk pada RPJMN 2015-2019 yang disusun Pemerintahan Jokowi, fokus pembangunan perkotaan terutama kota besar, seperti Jakarta adalah mengembangkan sistem angkutan umum massal yang modern dan maju.

"Di mana orientasinya adalah bus maupun rel serta dilengkapi dengan fasilitas alih moda terpadu," tambah dia. 

Sedangkan, pembangunan enam ruas tol di Jakarta, lanjut Fahira, sama sekali kontraproduktif dengan rencana pembangunan perkotaan yang disusun Pemerintah sendiri.

"Kalau pro-transportasi publik, pembangunan jalan tol ini harus dibatalkan, bukan malah masuk dalam program strategis nasional," ujar dia.

"Saya harap Pak Jokowi berbesar hati membatalkan pembangunan enam ruas tol ini. Jangan padamkan semangat Pemprov DKI yang begitu antusias menarik hati warganya menggunakan transportasi publik," ujar Senator Jakarta ini.

Fahira yang juga Ketua Komite III DPD RI ini mengungkapkan, apapun alasannya, termasuk untuk fasilitas transportasi umum, tetap saja yang tol mengakomodasi kendaraan pribadi.

Pasalnya, setiap pertambahan jalan di Jakarta satu kilometer saja, otomatis akan disertai pertambahan ribuan mobil.

"Pembangunan enam ruas jalan tol ini juga dipastikan akan menghambat program integrasi transportasi umum dengan satu tarif (Ok Otrip) yang sedang dilaksanakan Pemprov DKI saat ini," ungkap dia.

"Banyak riset membuktikan semakin banyak dan panjang jalan dibangun maka akan semakin banyak kendaraan yang melintas. Artinya, bangun jalan takkan mengurai kemecetan," tambah Fahira.

Sebagai informasi, proyek enam ruas tol dalam kota dibangun dengan tiga sesi yang meliputi rute Semanan-Sunter, Sunter-Pulo Gebang, Duri Pulo-Kampung Melayu, Kemayoran-Kampung Melayu, Ulujami-Tanah Abang, serta Pasar Minggu-Casablanca dengan total panjang 69,6 kilometer.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)