logo rilis

Jokowi dan PA 212 Bertemu, PKS: Tujuannya Ulama Tak Dikriminalisasi
Kontributor
Sukma Alam
28 April 2018, 11:27 WIB
Jokowi dan PA 212 Bertemu, PKS: Tujuannya Ulama Tak Dikriminalisasi
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berharap Presiden Joko Widodo mendengarkan aspirasi Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang ditemuinya di Istana Bogor. Salah satunya terkait kriminalisasi ulama, yang dinilai saat ini marak terjadi.

"Semoga Pak Presiden dengan sungguh-sungguh menangkap aspirasi dan harapan sebagian alumni 212. Tidak ada lagi kriminalisasi kepada para ulama dan hukum dapat ditegakkan secara berkeadilan," kata Wasekjen PKS Abdul Hakim dalam keterangan pers PKS, Sabtu (28/4/2018).

Selain itu, Hakim berharap penegakan hukum terhadap penista agama di bawah pemerintahan Jokowi dilakukan dengan tegas. "Oknum-oknum yang melakukan penistaan terhadap agama yang sering mengatasnamakan kebinekaan dapat ditindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku," imbuhnya.

Hakim mengapresiasi langkah Jokowi menerima sejumlah pengurus teras PA 212. Ia melihat hal ini sebagai sesuatu yang positif. Hakim mengimbau agar publik tak bereaksi berlebihan dengan adanya pertemuan ini.

"Silaturahmi adalah sesuatu yang baik dan sangat positif untuk terbangunnya semangat persatuan dan ukhuwah, menjalin perekatan dan kohesif antara para pimpinan bangsa dan ulama, umat, masyarakat, dan bangsa," ujar Hakim.

"Semoga silaturahmi yang bernilai luhur tersebut tidak tercederai oleh suatu kekhawatiran sebagian publik, jebakan politik pencitraan," tutupnya.

Sebelumnya, Jokowi pada Selasa (24/4) kemarin bertemu dengan Persaudaraan Alumni 212 di salah satu masjid di Bohor, Jawa Barat. Jokowi dalam pertemuan itu terlihat bersama pengurus Persaudaraan Alumni 212,  yakni Al-Khaththath, Sobri Lubis, Usamah Hisyam, Slamet Maarif, dan Yusuf Marta.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)