logo rilis
Jokowi Bantah UU Cipta Kerja Pangkas Kewenangan Daerah
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
10 Oktober 2020, 09:00 WIB
Jokowi Bantah UU Cipta Kerja Pangkas Kewenangan Daerah
Presiden Joko Widodo. FOTO: BPMI

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo membantah adanya anggapan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja bisa memangkas sejumlah kewenangan yang dimiliki daerah. Menurutnya UU Cipta Kerja tidak menyebabkan resentralisasi kewenangan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat. 

Jokowi menjelaskan, perizinan berusaha dan pengawasan tetap dilakukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria) yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Ini agar dapat tercipta standar pelayanan yang baik di seluruh daerah. Dan penetapan NSPK ini nanti akan diatur dalam PP atau peraturan pemerintah,” kata Jokowi dikutip dari laman Setkab, Minggu (10/10/2020). 

Kepala Negara mengatakan, kewenangan perizinan untuk nonperizinan berusaha juga tetap ada di pemerintah daerah, tidak ada perubahan. Bahkan, dilakukan penyederhanaan dan standarisasi jenis dan prosedur berusaha di daerah, dan perizinan berusaha di daerah diberikan batas waktu.

“Ini yang penting di sini. Jadi ada service level of agreement, permohonan perizinan dianggap disetujui bila batas waktu telah terlewati,” ucap Presiden.

Jokowi menuturkan, UU Cipta Kerja ini memerlukan peraturan turunan berupa peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (perpres) yang akan diselesaikan paling lambat tiga bulan setelah diundangkan.

“Kita pemerintah membuka dan mengundang masukan-masukan dari masyarakat. Dan masih terbuka usulan-usulan dan masukan dari daerah-daerah,” katanya. 

Ditambahkannya, jika masih ada ketidakpuasan atas UU ini dapat dilakukan dengan mengajukan uji materi atau judicial review melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sistem ketatanegaraan kita memang mengatakan seperti itu. Jadi kalau masih ada yang tidak puas dan menolak silakan diajukan uji materi ke MK,” pungkas Presiden.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID