logo rilis
Joko, Why?
Khairul Anom
Senin, 23/04/2018 16.09
infografis

JOKO WIDODO boleh jumawa menghadapi Pilpres 2019. Dari banyak hitungan survei dengan berbagai simulasi Cawapres, nama Jokowi tetap unggul. Perkara Jokowi kini justru menjaga stabilitas Parpol dan kelompok pendukung ketika nanti ditentukan Cawapres yang akan mendampinginya berlaga. Bukan hal yang mudah karena saat ini saja sudah terjadi saling sindir antara PPP dan PKB, di mana masing-masing ketua umum juga "merindukan" posisi itu. Belum lagi PDIP, partai "tuan rumah" yang bisa saja tidak rela menyerahkan estafet kepemimpinan 2024 ke pihak luar. apalagi jika melihat simulasi Jokowi-Puan Maharani yang tampaknya aman-aman saja. Koalisi gemuk Jokowi yang mencapai 5 partai belum termasuk PKB dan Demokrat, memang merepotkan,  sekalipun Jokowi bisa saja tinggal duduk manis bak pengantin. Karena ia tinggal menunggu hasil gerilya antar partai pendukungnya menentukan siapa cawapresnya. Atau bisa jadi ia memilih orang luar Parpol demi menghindari saling cemburu. 

Sementara di luar, kubu Gerindra dan PKS sudah telanjur basah mengumumkan Prabowo sebagai Capres 2019. Sekalipun Romahurmuziy sempat menyibak "bisik-bisik" beberapa pertemuan elit kedua kubu yang menjajaki kemungkinan Prabowo untuk mendampingi Jokowi, tapi dinding sudah terlanjur mengeras. Apalagi pernyataan Rommy yang didasarkan atas pertemuannya dengan Sandiaga uno, ditepis mentah-mentah oleh Fadli Zon dan Habiburrohman, bahwa Prabowo tak pernah meminta posisi Cawapres kepada Jokowi. Tapi sebegitu beranikah Rommy bicara tanpa merasa punya fakta. Bahkan dengan gamblang Rommy menyebut tentang kemungkinan Jokowi melawan kotak kosong. Sebegitu hebatkah Jokowi, atau sebegitu lemahkah daya tarung demokrasi kita?


komentar (1)

Limpat Agrokimia Selasa, 24 April 2018 | 10:04
Musuh besar pemimpin adalah jumawanya dan atau rendah hati yg berpura2. Musuh yg satu ini sudah terbukti tanpa bisa ditampik "sangat berbahaya.."