logo rilis
Jogja Bay Fasilitasi Tradisi Padusan Jelang Ramadan
Kontributor
Ning Triasih
15 Mei 2018, 21:02 WIB
Jogja Bay Fasilitasi Tradisi Padusan Jelang Ramadan
FOTO: Instagram/@jogjabay

RILIS.ID, Yogyakarta— Jelang Ramadan, salah satu tradisi masyarakat Yogyakarta yang tak pernah ketinggalan adalah 'Padusan' atau memandikan diri. Rupanya, kebiasaan unik ini didukung oleh salah satu wahana wisata Yogyakarta, Jogja Bay Waterpark lewat kegiatan bertajuk "Padusan Rame-Rame".

"Kami menawarkan opsi bagi masyarakat yang ingin melakukan tradisi Padusan secara aman dan menyenangkan di Jogja Bay," kata Humas Jogja Bay Pirates Adventure Waterpark, Medha Zeli Elsita di Yogyakarta, Selasa (15/5/2018) seperti dilansir ANTARA.

Madha menceritakan, padusan adalah tradisi yang diyakini kuat oleh masyarakat Jawa sebagai ritual untuk menyucikan diri dengan cara mandi di sumber-sumber air yang ada. Tradisi ini dilakukan satu hari menjelang Bulan Ramadan. Masyarakat akan ramai-ramai mandi dan berendam di air dipercaya dapat menyucikan diri sebelum masuk waktu puasa.

Selain itu, lanjutnya, Padusan juga menjadi salah satu momentum berkumpul bersama keluarga, teman, atau orang-orang terdekat untuk dapat menyegarkan diri bersama-sama.

Namun, menurutnya, sangat disayangkan mengingat medan menuju sumber air yang dianggap dapat mensucikan diri terkadang cukup sulit, sehingga akses menuju lokasi terbilang kurang aman. Iatulah mengapa ia merekomendasikan Jogja Bay yang merupakan wahana petualangan air terbesar di Yogyakarta.

"Sehingga kami yakin petualangan air berkarakter, terbesar dan terlengkap di Indonesia seluas 7,7 hektare ini bisa menjadi salah satu destinasi wajib dan terbaik untuk Padusan," ujarnya.

 

 

Karena itu, imbuh Madha, melalui "Padusan Rame-Rame" yang berlangsung 14-16 Mei 2018, Jogja Bay Waterpark memberikan harga tiket masuk spesial yakni Rp50.000 per orang dari harga normal akhir pekan yang biasanya dibanderol Rp 90.000 per orang.

"Di saat destinasi wisata lain justru menaikkan tarif masuk, kami justru menurunkan tarif hampir mencapai 50 persen," jelasnya.

 


500
komentar (0)