logo rilis
JK: Indonesia Akan Tampung Rohingya Meski Bertahun-tahun
Kontributor
Syahrain F.
24 April 2018, 23:07 WIB
JK: Indonesia Akan Tampung Rohingya Meski Bertahun-tahun
Wapres Jusuf Kalla. FOTO: Dok. Setkab

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla memastikan bakal menampung warga muslim Rohingya yang terdampar di Aceh, meski bertahun-tahun tinggal di Indonesia.

Kalla mengatakan, sesuai dengan sila kedua Pancasila, Indonesia akan terus membantu warga muslim Rohingya yang mengalami kesulitan.

Menurut dia, Indonesia akan memberikan tempat penampungan serta makanan sambil menunggu organisasi internasional yang berkaitan dengan pengungsi seperti IOM dan UNHCR menempatkan mereka di negara ketiga sesuai dengan Perpres tentang penanganan pengungsi dari luar negeri.

“Kalau kita tidak tampung itu berarti kita tidak melaksanakan sila kedua itu, kemanusiaan yang adil beradab, kita tidak beradab [kalau ada] orang susah kita usir. Maka itu sejak dulu prinsip Indonesia kalau ada pengungsi seperti itu kita terima, kita layani,” ujar Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Kalla mengakui, untuk bisa mengirimkan para pengungsi tersebut ke negara ketiga membutuhkan waktu yang lama. Namun, dia menyatakan Pemerintah Indonesia tidak akan mempermasalahkan hal itu.

“Pengalaman kita memang cepat dan bisa lama, seperti dulu waktu Pengungsi Vietnam ada yang bertahun-tahun tinggal di Pulau Galang, Vietnam. Sekarang pengungsi Afghanistan, Rohingya ada yang bertahun-tahun di Batam dan Makassar,” tambah dia.

Meski demikian, Kalla menyebut Pemerintah Indonesia tidak akan memberikan wilayah khusus untuk warga muslim Rohingya menunggu penempatan mereka. Menurut dia, jumlah pengungsi Rohingya yang ada di Indonesia ini masih sangat sedikit.

“Kalau Pulau Galang dulu bisa sampai 200 ribu pengungsi. Kalau pengungsi Rohingya ini kan cuma puluhan atau ratusan, tidak banyak. Jadi disebar saja yang di Aceh. Kemudian ada di Batam, ada di Bogor,” katanya.

Pada Jumat pekan lalu warga Rohingya kembali terdampar di Aceh setelah melakukan perjalanan laut dari Myanmar. Dari 79 Muslim Rohingya, 44 orang di antaranya merupakan laki-laki, wanita sebanyak 27 orang, dan delapan anak-anak. Sebelumnya diberitakan, pengungsi yang terdampar sebanyak 76 orang.

Sumber: Anadolu Agency


500
komentar (0)