logo rilis
JK Anggap Aneh soal Putusan Praperadilan Kasus Bank Century
Kontributor
Sukma Alam
11 April 2018, 14:20 WIB
JK Anggap Aneh soal Putusan Praperadilan Kasus Bank Century
Wapres RI Jusuf Kalla. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), mengaku tak mengetahui mengenai putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terkait kasus Bank Century. Namun, ia menilai putusan tersebut cukup aneh.

"Bagi saya agak aneh juga, jarang ada keputusan seperti itu. Saya bukan ahli hukum, tapi tidak jelas lah, berbeda dengan yang biasa," kata Wapres Kalla kepada wartawan di kantor, Wapres, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Ia menambahkan, putusan itu juga yang meminta KPK kembali menetapkan tersangka baru terlihat janggal. Karena kasus tersebut sudah putus dengan mendakwa mantan Deputi IV Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya.

"Jarang ada keputusan seperti itu. Biasanya praperadilan itu ada perkara yang sedang berlangsung untuk kemudian dipraperadilankan. Ini kan perkaranya sudah, katakanlah, putus, kok diperkarakan?" kata Jusuf Kalla.

Meski menilai ada kejanggalan di balik putusan PN Jaksel tersebut, ia meminta masyarakat untuk menghormati produk hukum asalkan putusan hukum tersebut jelas.

"Ya tentu semua harus menghormati hukum, tapi hukum harus jelas juga kenapa bisa terjadi keputusan demikian," katanya.

Sebelumnya, Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terkait kasus dugaan korupsi dana talangan atau bailout Bank Century‎.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya akan menyerahkan salinan putusan praperadilan dari PN Jaksel kepada KPK secepatnya. Ia pun berharap agar KPK segera menuntaskan kasus ini dengan menetapkan tersangka baru.

"Atas dikabulkannya gugatan praperadilan yang diajukan MAKI lawan KPK dalam kasus korupsi Century, maka tidak ada alasan lagi KPK untuk tidak menetapkan tersangka baru dalam kasus Century," jelas Boyamin di Jakarta.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)