logo rilis

Jika Selisih, Gerindra Akan Gugat Hasil Pilgub Jabar dan Jateng ke MK
Kontributor
Nailin In Saroh
28 Juni 2018, 17:00 WIB
Jika Selisih, Gerindra Akan Gugat Hasil Pilgub Jabar dan Jateng ke MK
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Partai Gerindra akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika selisih hasil penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk hasil Pilgub Jawa Barat dan Jawa Tengah itu selisih tipis.

Namun saat ini, Partai Gerindra tetap menunggu hasil penghitungan resmi KPU untuk hasil Pilgub di dua daerah tersebut.

"Kami masih mengumpulkan bukti dari seluruh saksi dan mengawalnya. Jika hasil rekapitulasinya terjadi perbedaan sangat tipis dan memungkinkan diuji, kemungkinan bisa ke MK," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Juliantono, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Ferry menilai, kekalahan paslon yang diusungnya di Jabar dan Jateng berbeda tipis dengan pasangan yang keluar sebagai pemenang versi quick count. 

Contohnya di Jabar, hasil hitung cepat atau quick count SMRC menempatkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu di posisi kedua dengan raihan 29,58 persen suara. 

Beda tipis dengan perolehan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum sebesar 32,26 persen. 

"Proses perhitungan manual oleh KPU Jawa Barat masih belum bisa menentukan siapa yang lebih unggul antara pasangan Ridwan Kamil dan Uu atau Sudrajat-Syaikhu, mengingat perbedaan yang sangat tipis," jelas Ferry.

Kenaikan tajam pasangan kami yang sangat di luar margin of error lembaga-lembaga survei menjadikan margin of error di quick count di Jabar menjadi tidak berlaku, tambah Ferry.

Sementara hal yang sama, lanjut Ferry, juga terjadi di Jateng. 

Misalnya, dengan data quick count SMRC, Sudirman Said-Ida Fauziyah meraup suara sebesar 41,42 persen  Sementara itu, Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen memeroleh kemenangan dengan suara sebanyak 58,58 persen.

Menurut Ferry, hasil rekapitulasi suara versi KPU bisa jadi akan lebih kecil selisihnya. 

Misalnya Jawa Tengah, sehingga akan menimbulkan kesimpulan yang sangat berbeda terhadap hasil pilkada ini secara keseluruhan.

"Pilkada Jabar dan Jateng adalah kemenangan perlawanan oposisi," pungkas Ferry.

Sedangkan, untuk menggugat hasil Pilkada ke MK, ada syarat tersendiri. 

Sesuai dengan Pasal 158 UU Pemilu, pengajuan gugatan ke ke MK bisa dilakukan apabila memenuhi syarat sebagai berikut:

Pilkada Provinsi

1. Provinsi dengan jumlah penduduk kurang dari 2 juta maka maksimal selisih suara 2 persen.

2. Provinsi dengan jumlah penduduk 2 juta hingga 6 juta maka maksimal selisih suara 1,5 persen.

3. Provinsi dengan jumlah penduduk 6 juta hingga 12 juta maka maksimal selisih suara 1 persen.

4. Provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 12 juta maka maksimal selisih suara 0,5 persen

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID