logo rilis
Jepang Berhasil Evakuasi Warga Negaranya di Wuhan, Indonesia Kapan?
Kontributor
Tari Oktaviani
29 Januari 2020, 13:20 WIB
Jepang Berhasil Evakuasi Warga Negaranya di Wuhan, Indonesia Kapan?
Ilustrasi Wuhan. RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, — Pemerintah Jepang berhasil mengevakuasi 206 warga negaranya dari kota Wuhan, Cina. Evakuasi ini dilakukan guna menghindari wabah virus Corona yang makin menyebar. Junlah korban jiwa akibat virus corona di Wuhan sendiri telah meningkat menjadi 132 orang.

Warga negara Jepang yang berhasil dievakuasi pun kemudian tiba di bandara Haneda, Tokyo, pada Rabu (28/1/2020). Dilansir dari antara, Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan, masih ada 650 warga negara Jepang yang berharap bisa pulang ke Tanah Air. Oleh karena itu pemerintah Jepang tengah menyiapkan penerbangan tambahan.

Perdana Menteri Shinzo Abe menekankan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan semua langkah yang memungkinkan guna membawa pulang seluruh warga negaranya yang ingin kembali ke Jepang.

Sementara itu pemerintah Indonesia sendiri masih menunggu keputusan dari Pemerintah Cina terkait dengan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan.

"Tergantung dari sejauh mana pemerintah RRT bisa memberikan pertimbangan-pertimbangan dan saran tindakan evakuasi tersebut. Apakah bisa evakuasi langsung kembali ke negara, atau harus di wilayah Tiongkok sendiri," ucap Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (27/1) kemarin seperti dikutip dari tempo.co.

Menurutnya, hambatan untuk melakukan evakuasi WNI di Wuhan dikarenakan pemerintah setempat masih mengisolasi Wuhan. Namun begitu Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan sejumlah mekanisme evakuasi. .

"Kami melihat sejauh mana terbuka ruang untuk evakuasi itu, tapi sekarang isolasi masih dilakukan. Maka yang bisa dilakukan oleh negara manapun adalah melakukan kesiapan teknis," ucap dia.

Pemerintah Indonesia sendiri, ujarnya, masih terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Cina dan Pemda Wuhan. "Kami terus bangun komunikasi dengan Tiongkok baik (pemerintah) pusat maupun provinsi," kata dia.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID